Loading...

17 Kabupaten Siap Banjiri Cabai ke DKI Jakarta

15:05 WIB | Tuesday, 03-April-2018 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Julianto

Dirjen Hortikultura, Suwandi (batik biru) saat memantau pertanaman cabai di Magelang

 

 

Untuk mengamankan harga cabai agar tidak membuat pedas konsumen, sebanyak 17 kabupaten yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur siap membanjiri pasar-pasar di Ibukota DKI Jakarta.

 

Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Suwandi menjamin, pasokan cabai menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan di DKI Jakarta. “Produksi cukup aman, bahkan berlebih untuk memenuhi kebutuhan DKI pada Mei-Juni 2018 untuk cabai rawit sekitar 2.738 ton dan cabai merah 3.252 ton,” katanya.

 

Saat memantau sentra produksi cabai di Jawa Tengah, Suwandi mengatakan, produksi cabai di Magelang dan Temanggung siap untuk memasok pada Mei hingga Juni mendatang sebanyak 20 ton/hari. Sementara Boyolali akan memasok 5-10 ton/hari.

 

Sementara itu Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Catur Wahyudi memperkirakan, produksi cabai rawit Jawa Tengah pada Mei 2018 sebanyak 15.073 ton dan Juni 29.000 ton. Untuk cabai besar sekitar 17.392 ton dan Juni 20.173 ton. “Ini berarti surplus untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Jawa Tengah,” katanya.

 

Menurutnya, tata kelola cabai dibangun dengan pola kemitraan. Misalnya, kemitraan petani dengan rumah makan, produsen bubuk cabai, produsen sambal maupun langsung ke konsumen lewat Toko Tani.  Petani juga bermitra dengan petani andalan atau champion. 

 

“Saat ini sudah ada 50 Champion di 17 kabupaten, diantaranya 12 Champion ada di Jawa Tengah. Para champion  menjual cabai dari petani langsung ke pasar dan horeka sehingga bisa memotong 3 hingga 4 rantai pasok,” ujar Catur.

 

Petani champion dari Magelang, Tunov Mondro Atmojo mengatakan, total pertanaman cabai di Magelang saat ini seluas 6.600 ha.  Bahkan tanaman cabai tahun ini lebih luas dibandingkan tahun lalu. “Kami sudah  memiliki rencana tanam hingga September 2018 detil per petani per wilayah,” katanya

 

Menurut Tunov, hasil produksinya selama ini memasok cabai ke pasar induk dan hampir 90 restoran di DKI hingga Bali sebanyak 0,5 ton/hari. “Kami sanggup memasok 20% dari seluruh kebutuhan DKI Jakarta,” katanya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162