Loading...

ALIH TAHUN BAGI PENYULUH

15:02 WIB | Monday, 09-December-2013 | Agri Wacana | Penulis : Kontributor

Tahun 2014 sudah di ambang pintu. Tidak lama lagi kita buka halaman kalender baru tahun 2014 dengan Januari bulan pertamanya. Para penyuluh pertanian perlu menengok apa yang telah dilakukan selama satu tahun 2013 di wilayahnya masing-masing. Sekiranya rajin menuliskan apa yang dilaksanakan, diupayakan, dilihat dan diamati, tentu akan mudah ditelusuri dari catatannya di buku tulisnya.

 

Catatan demikian itu kalau terkumpul hingga bertahun-tahun selama menjabat penyuluh di beberapa wilayah, bisa menjadi vademekum pertanian yang kalau bisa diterbitkan sebagai buku akan sangat berguna bagi mereka yang mempelajari seluk-beluk pertanian untuk suatu wilayah tertentu. Bagi penyuluh sendiri, catatan mengenai seluk-beluk pertanian dan petani yang dia kumpulkan akan menjadi kekayaan pribadi yang tetap berguna selama dia tetap berkiprah di bidang pertanian.

 

Catatan yang dikumpulkan meliputi segi-segi detail pertanian, baik yang menyangkut teknologi budidaya tanaman, karakter biologis tanaman yang ditemui di wilayah kerjanya, maupun segi-segi sosial ekonomi petani dan masyarakatnya. Dengan kegiatan ini penyuluh ternyata tidak dipatok hanya vokal saja dalam kompetensinya sebagai penyuluh, tetapi juga mengumpulkan data yang bila disusun nantinya bisa diharapkan menjadi vademekum bidang pertanian.

 

Dengan demikian penyuluh akan memiliki harapan untuk masa depan yang tidak bersifat rutin dan akan bisa membosankan. Catatan itu nantinya bisa menjadi bahan tulisan untuk dipublikasikan atau pun bisa menjadi buku. Kalau sampai sekarang belum ada terpercik niatan demikian dan pekerjaan penyuluh yang disandang hanya sebagai kegiatan rutin hubungannya dengan petani yang didampingi, dalam alih tahun ini mudah-mudahan bisa diubah.

 

Analog dengan kompetensi penyuluh dihadapkan kepada petani di wilayahnya adalah pekerjaan sebagai Dosen di Perguruan Tinggi sebagaimana saya alami puluhan tahun di IPB dengan mahasiswa yang saya hadapi setiap hari. Bedanya adalah kalau penyuluh dan petani dibebani tugas pembangunan pertanian, sedangkan saya dan mahasiswa dibebani bersama tugas pengembangan ilmu yang disandangnya.

 

Kalau harapan penyuluh supaya catatan yang ditulis akhirnya bisa berbentuk seperti vademekum, bagi saya sebagai dosen dalam membimbing mahasiswa, harapannya bisa menghasilkan buku dan artikel ilmiah yang dipublikasikan. Baik bagi penyuluh dan dosen semboyannya sama ialah “publish or perish”. Karena itu dalam birokrasi fungsi jabatan antara penyuluh dan dosen sama ialah penyandang jabatan fungsional.

 

Sebagai pendamping petani sehari-hari tentu lebih vokal berbicara dengan para petani. Akan tidak layak rasanya kalau sambil membawa notes untuk mencatat-catat. Sore hari sesampai berada di rumah baru mengingat-ingat tambahan pengetahuan di hari itu yang didapat dari petani. Bagi mereka yang mempunyai hobi mencatat di buku hariannya tentu lebih mudah.

 

Oleh : Sjamsoe’oed Sadjad

 

 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162