Loading...

Alishter Latih Petani Gunakan Herbisida Terbatas

14:26 WIB | Monday, 12-February-2018 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Indarto

 

 

Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) menyelenggarakan Rapat Umum Tahunan Anggota (Ruta) 2018 di Jakarta, Kamis (8/2). Dalam Ruta tersebut anggota  Alishter berkomitmen menjangkau lebih banyak petani dalam pelatihan penggunaan herbisida terbatas dengan baik dan benar.

 

Ketua Alishter Mulyadi Benteng dalam laporannya menyebutkan, sepanjang tahun 2016-2017 Alishter telah melatih 8.240 petani, termasuk ketua kelompok tani  dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan di 70 kabupaten/kota kabupaten di 22 provinsi. Selain melakukan pelatihan, pihaknya dibantu Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida ((KP3) provinsi dan kabupaten/kota memberikan sertifikat kecakapan pelatihan cara menggunakan herbisida terbatas dengan baik dan benar.

 

“Semua anggota kami komitmen untuk melakukan pelatihan ke petani. Kami sepanjang tahun 2018 akan meningkatkan jumlah peserta pelatihan di 29 provinsi  dengan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) provinsi dan kabupaten/kota” kata Mulyadi Benteng.

 

Ia juga mengatakan, partisipasi para anggota Alishter sangat penting dilakukan dalam setiap kegiatan pelatihan kepada petani. Sebab, sebagai aliansi bagi para produsen dan distributor herbisida berbahan aktif parakuat, Alishter memiliki program kerja pelatihan penggunaan herbisida terbatas bagi petani agar mampu mengaplikasikan dengan aman, benar, dan bertanggungjawab.

 

Menurut Mulyadi, herbisida parakuat terdaftar dan diizinkan secara resmi oleh pemerintah sebagai herbisida terbatas pakai. Herbisida tersebut memiliki profil keamanan positif terhadap manusia dan lingkungan.

 

“Sebagaimana umumnya, penggunaan produk perlindungan tanaman, baik itu parakuat maupun pestisida lainnya, dapat menimbulkan risiko negatif jika penggunaannya tidak sesuai dengan rekomendasi ataupun disalahgunakan.   Oleh sebab itu, sangat penting bagi para pengguna untuk memahami cara penggunaan pestisida secara benar dan aman,” jelas Mulyadi.

 

Seperti diketahui, Alishter dibentuk para produsen dan distributor herbisida berbahan aktif parakuat pada tanggal 8 Juli 2015.  Pembentukan aliansi ini adalah untuk menghimpun dan mengkoordinasikan semua potensi pengusaha herbisida terbatas sebagai sumber daya pembangunan nasional, dengan tujuan untuk mengoptimalkan manfaat herbisida terbatas bagi pembangunan pertanian. Alishter  menjadi mitra petani dan pemerintah dalam hal pengelolaan herbisida terbatas.

 

“Alishter juga sebagai wadah  komunikasi dan penyedia informasi tentang herbisida terbatas bagi para anggota dan pemangku kepentingan lainnya di Indonesia.  Saat ini  anggota kami sebanyak 47 perusahaan baik itu PMA maupun PMDN,” demikian Mulyadi Benteng. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162