Loading...

Alokasi Pupuk Subsidi Atas Dasar SK Dinas

10:37 WIB | Tuesday, 14-March-2017 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Keluhan terhadap kelangkaan pupuk bersubsidi kerap saja terdengar dari petani saat musim tanam tiba. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah agar sarana produksi pertanian itu tak terlambat sampai ke petani. Salah satunya dengan melibatkan TNI mengawal distribusi pupuk.

 

Selain melibatkan tentara, pemerintah juga mengubah kebijakan dalam menetapkan alokasi pupuk subsidi tersebut. Jika sebelumnya berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur dan Bupati, tapi kini diturunkan menjadi hanya SK Kepala Dinas yang menangani pertanian.

 

Direktur Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Muhrizal Sarwani mengakui, selama ini memang ada keluhan dari petani dalam penyaluran pupuk subsidi. Salah satu faktornya adalah karena kebutuhan pupuk subsidi berdasarkan SK Gubernur atau Bupati.

 

Sebelumnya menurut Muhrizal, kebutuhan pupuk bersubsidi dikeluarkan berdasarkan SK Gubernur atau Bupati. Tapi di lapangan, ternyata SK tersebut keluarnya sangat lama, sehingga banyak daerah yang penyalurannya menjadi telat. “Agar penyalurannya cepat, sekarang diputuskan cukup SK Kepala Dinas yang menangani pertanian,” ujarnya.

 

Alasan perubahan kebijakan tersebut lanjut Muhrizal, karena kebutuhan pupuk bersubsidi tiap daerah berbeda. Dengan hanya SK Kepala Dinas yang menangani pertanian, data alokasi kebutuhan pupuk subsidi akan lebih cepat dan tepat.

 

“Kelangkaan dan keterlambatan pupuk menjadi kasus yang paling sering dihadapi setiap tahunnya. Untuk keterlambatan, kita antisipasi dengan SK Kepala Dinas,” katanya.

 

Muhrizal menegaskan, kasus kelangkaan pupuk bukan karena stok yang kurang. Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, maka realisasi penyaluran pupuk justru di bawah volume yang disediakan, kecuali tahun 2013. Bahkan tahun 2012 dari alokasi sebanyak 10,5 juta ton, hanya terealisasi 8,9 juta ton. “Jadi kelangkaan pupuk bukan karena persediaannya yang kurang, tetapi akibat adanya hambatan pada sistem logistik dan distribusinya,” ujarnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162