Loading...

Amran Ajak Buwas Revitalisasi Serapan Gabah Petani

15:32 WIB | Wednesday, 09-May-2018 | Pangan, Komoditi | Penulis : Julianto

 

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Rabu (9/5) bertandang ke kantor Perum Bulog yang kini dinahkodai Komjen Budi Waseso. Kunjungan tersebut dalam rangka Rapat Koordinasi Serapan Gabah Petani (Sergap). Dalam rapat tersebut Amran mengajak Dirut Perum Bulog yang baru tersebut untuk merevitalisasi serapan gabah petani (Sergap).

 

“Rapat koordinasi ini merupakan momentum yang  sangat strategis untuk memperkuat sinergi yang telah dibangun. Tanpa sinergi yang baik, kami yakin hasilnya tidak optimal,” kata Amran seraya mengakui, tanpa sinergi akan sulit target penyerapan gabah Bulog bisa tercapai.

 

Untuk membantu Bulog dalam penyerapan gabah petani, Amran mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan beberapa kebijakan. Misalnya, fleksibilitas harga gabah. Dalam kebijakan ini Bulog bisa membeli gabah petani 30% di atas ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dalam Inpres No. 5/2015 tentang Perberasan. “Dengan kebijakan ini Bulog bisa membeli gabah di luar kualitas,” katanya.

 

Berdasarkan Inpres Perberasan, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp 3.700/kg dan di tingkat penggilingan Rp 3.750/kg. Sementara harga gabah giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp 4.600/kg dan di gudang Bulog Rp 4.650/kg. Sedangkan harga beras di gudang Bulog Rp 7.300/kg.

 

Data Perum Bulog, realisasi pengadaan gabah/beras baru sebesar 667.852 ton atau 30% dari total target sampai dengan Juni 2018 sebesar 2,2 juta ton. Bahkan tahun lalu, Amran juga menilai, penyerapan gabah/beras Bulog juga sangat rendah.

 

Karena itu ungkap Amran, pihaknya mengajak pimpinan Perum Bulog yang baru untuk merevitalisasi serapan gabah petani dengan cara melakukan efisiensi rantai pasok gabah. “Panen hingga kini masih ada, ini peluang kita merebut gabah. Perintah Presiden, beli gabah dan suplai chain diperpendek,” tegasnya.

 

Salah satu programnya adalah pemberian dryer ke kelompok tani/gabungan kelompok tani. Untuk tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebanyak Rp 1 triliun untuk bantaun 1.000 unit dryer (pengering padi).Bantuan tersebut untuk beberapa sentra produksi pangan, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan NTB.

 

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, salah satu upaya menjaga stabilisasi harga di tingkat petani, Bulog melakukan pembelian gabah dengan acuan kualitas dan harga berdasarkan Inpres No.5 Tahun 2015. Gabah yang diserap itu nantinya sebagai media atau alat stabilisasi harga di tingkat konsumen, bantuan sosial beras sejahtera dan stok cadangan beras pemerintah. “Kami sangat berterima kasih dukungan Kementerian Pertanian dan TNI memperkuat pengadaaan gabah Bulog,” katanya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162