Loading...

Anggrek Bulan Kian Mempesona Pasar Ekspor

09:57 WIB | Wednesday, 12-September-2018 | Hortikultura | Penulis : Kontributor

Dirjen Hortikultura Suwandi dengan anggrek bulan yang siap diekspor (dok. Humas Hortikultura)

Kementerian Pertanian (Kementan) tengah fokus meningkatkan volume ekspor tanaman hias, kini giliran anggrek bulan yang siap mempesona di pasar Internasional.

 

Anggrek Bulan (butefly orchid) merupakan salah satu tanaman hias yang cukup digemari di Indonesia. Berbekal dari budi daya florikultura ini, PT Ekakarya Graha Flora mengembangkan bisnisnya. Guna mengetahui langsung potensi budidaya dan prospek bisnis bunga tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan melakukan kunjungan ke kebun bunga PT Ekakarya Graha Flora di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (11/9).

 

Salah seorang pegawai Ekakarya, Cucu, menyatakan, lebih dari 10 varietas anggrek bulan dikembangkan di Desa Titisan, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat.

 

"Anggrek merah, anggrek putih lidah merah, anggrek lidah kuning, black jack, sakura, putih spot merah, black jack kupu-kupu," bebernya tentang beberapa varietas yang dikembangkan di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Sukabumi.

 

Varietas-varietas tersebut merupakan hasil kawin silang, meski bibitnya ada yang impor. Produk Ekakarya didistribusikan ke wilayah Jakarta dan daerah penyangga Ibu Kota untuk yang telah dirangkai. Ada pula yang ke Bali dan belum dirangkai.

 

"Ekspor ke Singapura. Diekspor saat tumbuh bakal bunga 25 sentimeter," jelas Cucu.

 

Untuk yang dirangkai, lanjut dia, didistribusikan ke Jabodetabek sebanyak 400 batang per hari dan rangkai sekitar 2.500 batang per hari. Anggrek bulan yang tidak menggunakan pot dibanderol Rp138 ribu per tangkai. “Dalam kemasan pot keramik, dijual Rp295 ribu per tangkai,” terang Cucu.

 

Pada kesempatan sama, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, salut dengan budi daya tersebut. Ini menjadi inspirasi untuk menjadi pengusaha pertanian, khususnya tanaman hias. Kementerian Pertanian yakin, peluang bisnis florikultura cukup terbuka. Karena itu, pihaknya mendorong masyarakat untuk jeli melihat potensi tersebut.

 

"Ayo, jangan ragu untuk budi daya tanaman hias. Sudah banyak juga, kok, yang diekspor. Kami sebagai regulator dan fasilitator, pasti siap membantu untuk perizinan dan lainnya. Kami cuma mau kesejahteraan petani meningkat melalui ekspor, sesuai arahan Pak Menteri Amran," tambahnya.

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162