Loading...

Angkat Posisi Tawar dengan Korporasi Lembaga Petani

14:40 WIB | Tuesday, 19-September-2017 | Nusantara | Penulis : Julianto

Posisi tawar petani selama ini terbilang lemah. Untuk meningkatkannya, pemerintah kini mendorong kelembagaan petani menjadi korporasi.

 

“Saya sarangkan agar dibuat koperasi petani yang bentuknya dikorporasikan dari beberapa koperasi petani,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat Rapat Koordinasi Perbenihan/Perbibitan Wilayah Provinsi Bengkulu di Bengkulu, kemarin.

 

Dengan korporasi, menurut Amran, petani dapat mengelola usaha taninya dengan baik dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Adanya korporasi juga akan memudahkan petani berhubungan dengan bank dalam penambahan modal.

 

Pada kesempatan itu Amran juga meminta kepala dinas yang hadir agar terus membina petani meningkatkan produksi. Untuk komoditas perkebunan fokusnya karet, kopi dan sawit.

 

Khusus komoditas kopi, Amran mengatakan, saat ini Indonesia berada di urutan nomor empat setelah Brazil, Kolombia, dan Vietnam. Potensi kopi di Indonesia sangat mungkin untuk merajai dunia.

 

“Produktivitas kopi Vietnam mencapai 3 ton/ha, kita masih 0,6 ton/ha. Kalau naik jadi 1 ton/ha, kita bisa masuk peringkat dua dunia, karena luasan lahan kopi kita 1.2 juta ha. Kalau kita naik (produktivitasnya) 1,5 ton, jadi 2 ton kita nomor 1 dunia, kita merajai kopi dunia,” tutur Amran.

 

Sementara Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menyampaikan, wilayah Bengkulu terdiri dari 20 ribu meter persegi. Dari luasan itu 53% merupakan kawasan produksi dan kini sedang digiatkan program intensifikasi pertanian komoditas sawit dan karet.

 

Selain intensifikasi, ungkap Rohidin, Pemda Bengkulu juga tengah memprogramkan peremajaan tanaman perkebunan, khusus sawit. Pasalnya, saat ini hampir 60% kebun milik rakyat produktivitasnya rendah, sehingga diperlukan program peremajaan tanaman kelapa sawit. “Ini karena masyarakat saat membangun kebun sawit dengan bibit asalan,” ujarnya.

 

Karena itu Rohidin menyambut baik program pemerintah pusat untuk peremajaan perkebunan, khususnya perkebunan rakyat. Selain kelapa sawit, Bengkulu juga memiliki komoditas karet yang menjadi fokus. Saat ini 90% kebun karet adalah milik rakyat. Komoditas unggulan lainnya adalah kopi. Bengkulu merupakan provinsi ketiga terbesar penghasil kopi. “Karenanya saya berharap pengadaan bibit sawit, karet, kopi yang betul-betul tersertifikasi,” kata Rohidin. Yul

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162