Loading...

Asprindo Sepakat Kontribusi Ekspor-Impor Pertanian

21:06 WIB | Thursday, 31-May-2018 | Nasional | Penulis : Clara Agustin

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat melepas ekspor beras ke Serawak melalui PLBN Entikong

Komoditas pertanian kini semakin dilirik berbagai pihak di tanah air. Terbaru, Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) menjajaki kerjasama dan kontribusi dalam kegiatan ekspor impor pertanian.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menerima Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) untuk bekerjasama dalam hal eskpor-impor di sektor pertanian. “Jadi mereka ini datang untuk berkontribusi mengenai ekspor-impor pertanian. Terutama adalah ekspornya,” kata Amran saat berbincang-bincang dengan wartawan usai menerima Asprindo di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, kamis (31/5).

 

Ditekankan ke ekspor karena nilai devisa ekspor pertanian cukup tinggi, apalagi beberapa komoditas pertanian sudah menembus pasar eskpor. “Boleh impor untuk produk-produk tertentu, asalkan harganya wajar. Tapi tetap ekspor yang kami tekankan,” jelas Amran.

 

Produk-produk pertanian yang diperbolehkan impor adalah bawang putih, daging sapi/kerbau, dan beberapa produk yang tidak dapat dihasilkan di Indonesia atau yang tidak dapat dipenuhi secara keseluruhan dari dalam negeri. “Ini adalah beberapa produk yang kami perbolehkan impor. Untuk ekspor kita sudah banyak. Contohnya adalah ayam, telur, jagung, bawang merah, kelapa dalam, kopi, lada dan masih banyak lainnya,” sebut Amran.

 

Negara-negara tujuan ekspor produk pertanian menurut Amran hampir seluruh dunia. Dengan mayoritas Asia, Asia Tenggara, dan Eropa. “Kelapa dalam dan kopi kita sudah tembus pasar Eropa. Jagung dan bawang merah kita tembus pasar Asia Tenggara. Jadi nanti kedepannya akan kita perbanyak lagi negara tujuan ekspor produk pertanian asal Indonesia,” ujar Amran.

 

Dilihat dari data, sepanjang tahun 2017, negara tujuan ekspor untuk komoditas jagung terbanyak ke Filipina yakni mencapai 7,8 juta dolar AS. Ekspor edamame (kedelai Jepang) terbanyak ke Australia yakni mencapai 19,17 juta dolar AS, ekspor ubi kayu terbanyak ke Taiwan sebanyak 4,9 juta dolar AS dan ekspor ubi jalar terbanyak ke Jepang dengan nilai 5,9 juta dolar AS. Ekspor nanas terbanyak ke Amerika Serikat nilainya mencapai 52,5 juta dolar AS, ekspor kelapa terbanyak ke China nilainya mencapai 230,44 juta dolar AS, dan ekspor kelapa sawit terbanyak ke India mencapai 4,97 miliar dolar AS.

 

Komoditas jagung, kurun waktu Januari hingga Maret 2018, total ekspornya mencapai 11,76 juta dolar AS, lebih besar dibanding periode yang sama di tahun 2017 yang hanya 2,44 juta atau naik 380,81 persen. “Yang jelas ekspor kita naik 24 persen,” pungkas Amran. (cla)

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162