Loading...

Asuransi Ternak Sapi agar Peternak Tidur Nyenyak

10:12 WIB | Tuesday, 25-April-2017 | Komoditi, Ternak | Penulis : Clara Agustin

Kementerian Pertanian tengah menggencarkan sosialisasi program asuransi sapi, terutama untuk menyambut swasembada daging sapi. Asuransi ini untuk memberikan perlindungan dan jaminan kepada peternak sapi. Nama asuransinya adalah Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

 

Dalam program asuransi ini, nantinya dilakukan perjanjian antara perusahaan asuransi sebagai penanggung dengan peternak sebagai tertanggung. Jika nanti sapi milik peternak mati, maka perusahaan asuransi akan memberikan penggantian kerugian. Namun sebab-sebab kematian ternak yang ditanggung asuransi yakni mati karena penyakit, kecelakaan, dan beranak dan/atau kehilangan sesuai ketentuan dengan persyaratan polis asuransi.

 

Nilai pertanggungan AUTS yakni Rp 10 juta-15 juta dengan premi 2%-2,5% per tahun untuk satu ekor sapi. Artinya, nilai premi mencapai Rp 200 ribu/tahun. Namun peternak tidak membayar dengan nilai tersebut, karena pemerintah memberikan subsidi sebesar 80%. Dengan demikian, peternak hanya membayar sebesar Rp 40 ribu/tahun untuk premi asuransi. Untuk jenis sapi bibit, premi yang dibayar lebih besar yakni Rp 300 ribu dengan nilai pertanggungan Rp 15 juta.

 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana mengatakan, dengan adanya AUTS akan memberikan perlindungan kepada usaha ternak sapi. Asuransi sapi ini juga menjadi instrumen penting dalam program pengembangan sapi, mengingat keberadaan asuransi memudahkan peternak mendapatkan modal bank guna mengadakan dan memelihara.

 

“Dengan asuransi ini, resiko usaha jadi mengecil dan kredit bank juga makin lebih mudah, sehingga peternak bisa mengembangkan usahanya dengan mudah,” katanya.

 

Mengapa mudah mendapatkan kredit? Dadih mengatakan, karena resiko beternak telah mendapat jaminan dari asuransi. Dengan demikian, perbankan lebih mudah dan lebih aman ketika menyalurkan kredit, karena resiko kreditnya sebagian besar telah ditanggung asuransi.

 

“Dengan adanya jaminan atau pertanggungan resiko atas sapi, maka kredit perbankan akan lebih mudah dan dapat disalurkan kepada peternak mengingat resiko gagal kredit telah direduksi secara signifikan melalui skim asuransi ini,” ujar Dadih.

 

Dengan pertanggungan ini, peternak memiliki kepastian berusaha yang lebih tinggi dan resiko usaha yang lebih minimal. Perbankan akan lebih mudah mengucurkan kredit usaha ternak kepada peternak. Termasuk juga pinjaman atau pembiayaan dari lembaga keuangan mikro yang ada di sekitar peternak.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162