Loading...

Atis Sutisna, Generasi Muda yang Tak Malu Terjun ke Sawah

17:14 WIB | Monday, 18-December-2017 | Kontak Tani Sukses, Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Gesha

Siapa bilang petani padi hanya golongan tua? Kini kaum muda tak malu lagi terjun langsung mengelola lahan pertanian. Salah satu contohnya adalah Gapoktan Cipanas di Kampung Kadu Gobang, Kab. Pandeglang yang dipimpin Atis Sutisna dan masih berusia 26 tahun.

 

Dirinya terjun langsung di pertanian sejak tahun 2007 dan awalnya mengelola lahan peninggalan orangtuanya yang menjadi petani. Adanya petani muda seperti Atis ini juga diapresiasi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Momon Rusmono yang hadir dalam panen padi dari Gapoktan Cipanas seluas 80 ha, Senin (18/12). “Dari 56 anggota Gapoktan Cipanas, sebanyak 20 orang merupakan kaum muda. Disini terlihat proses regenerasi berjalan,” kata Momon. 

 

Luasan kepemilikan lahan dari anggota muda Gapoktan Cipanas ini pun bervariasi mulai dari 1-4 ha. Dan pengelolaannya dilakukan bersama-sama dalam kelompok tani. “Atis bisa menjadi contoh bagi yang lain, generasi muda yang mau bertani," katanya seraya mengakui, bahwa usaha tani sekarang lebih menguntungkan karena produksi yang jauh lebih banyak dan harga yang bagus. 

 

Kelembagaan Ekonomi

 

Menariknya, proses produksi beras yang dihasilkan Gapoktan Cipanas dilakukan sendiri anggota kelompok. Hasil gabah ditampung, digiling kemudian dijual oleh gapoktan.

 

Karena itu Momon melihat bahwa proses kelembagaan petani Gapoktan Cipanas sudah berbentuk Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) yang memasok beras ke Toko Tani Indonesia (TTI) Centre di Jakarta. Sebagiannya lagi dijual ke pasar lokal seperti di pasar sekitar Lebak, Rangkas, hingga Serang.  “Kami dorong supaya gapoktan tumbuh kembang menjadi kelembagaan ekonomi yang berorientasi pada usaha bisnis,” tuturnya. 

 

Menurut Momon, Gapoktan memiliki tiga pokok fungsi yaitu bisa menjadi sarana dan proses belajar mengajar, wahana kerjasama dan sarana satu kesatuan unit hulu hilir. “Seperti yang sudah dicontohkan oleh Gapoktan Cipanas,” ujarnya.

 

Salah satu penyuluh pertanian sekaligus pendamping LUPM Cipanas, Didi Kusnadi menuturkan dalam memasarkan hasil beras dari Gapoktan Cipanas, ditargetkan bisa memasok sekitar 45 ton dalam setahun ke TTI Center di Jakarta. "Gapoktan dapat bantuan dana Rp 100 juta untuk pembelian gabah dan dana operasional lainnya agar bisa menjual ke TTI seharga Rp 7700/kg," jelas Didi. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162