Loading...

Balit Palma Siap Dukung Benih untuk Perluasan dan Peremajaan Kelapa

20:11 WIB | Tuesday, 24-October-2017 | Kebun, Komoditi | Penulis : Indarto

Pemerintah melalui Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian telah berniat untuk melakukan peremajaan terhadap tanaman kelapa yang umurnya sudah uzur. Bukan hanya itu, untuk mendongkrak produksi kelapa, pemerintah juga memprogramkan perluasan areal tanam.

 

Untuk maksud tersebut, perlu adanya dukungan benih unggul. Nah, Kepala Balit Palma Badan Litbang Pertanian, Ismail Maskromo menyatakan, komitmen membantu Direktorat Jenderal Perkebunan benih unggul untuk perluasan dan peremajaan tanaman kelapa.

 

Data Ditjen Perkebunan dari luas 3,5 juta ha, sebagian besar tanaman kelapa di Indonesia sudah tua, sehingga mendesak untuk diremajakan. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan target perluasan areal kelapa hingga 5 juta ha.

 

“Selain peremajaan, kita juga mendukung upaya Ditjenbun untuk melakukan perluasan kebun kelapa dari 3,5 juta ha menjadi 5 juta ha. Untuk itu, kita akan siapkan benihnya baik jangka pendek, menengah, dan panjang,” kata Ismail Maskromo, di Jakarta, (24/10).

 

Ismail memperkirakan, saat ini lebih dari 50% dari luas lahan kebun kelapa rakyat yang sudah tua, sehingga perlu segera diremajakan. Karena itu, untuk peremajaan jangka pendek bisa memanfaatkan benih kelapa yang ada di sentra-sentra di tanah air.

 

“Benih yang ada di sentra-sentra kebun kelapa ini kita identifikasi, kemudian dilakukan sertifikasi. Kita akan bantu Ditjenbun untuk mendapatkan benih sebar tersebut,” katanya.

 

Sedangkan dalam jangka menengah, lanjut Ismail, Ditjenbun bisa menggunakan varietas benih kelapa yang sudah dilepas. Varietas benih kelapa yang sudah dilepas seperti Kelapa Dalam, Kelapa Genjah, Kelapa Hibrida, Kelapa Kopyor dan Kelapa Pandan Wangi/Hijau lebih unggul dibanding kelapa lainnya.  

 

“Benih kelapa dari varietas yang sudah dilepas merupakan benih bina. Benih jenis ini bisa ditanam di kebun induk di masing-masing provinsi dengan luasan minimal 10 ha,” ujar Ismail.

 

Untuk jangka panjangnya, kata Ismail,  Ditjenbun bisa memanfaatkan metode kultur jaringan untuk mempercepat target peremajaan pohon kelapa dan perluasan kebun kelapa. Sesuai rencana Ditjenbun dalam lima tahun mendatakan akan meremajakan tanaman kelapa sebanyak 13% dari luas lahan yang ada. “Perhitungan kami, tiap 1 ha perlu 150 butir benih kelapa untuk peremajaan. Jadi, pengadaan benih kelapa kurun lima tahun ke depan masih krusial,” kata Ismail. Idt

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162