Loading...

Bantu Sergap, Pemerintah Bagikan 1.000 Unit Dryer untuk Petani

16:33 WIB | Wednesday, 09-May-2018 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Julianto

mou bantuan dryer untuk petani

 

 

Mengeringkan gabah setelah panen hingga kini masih menjadi persoalan besar bagi petani. Apalagi jika panen saat musim hujan. Nah, untuk membantu petani, pemerintah akan membagikan sebanyak 1.000 unit dryer (pengeringan gabah) kepada kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan).

 

“Sesuai perintah Presiden, kita harus segera membeli gabah petani dan memperpendek rantai pasok,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat Rapat Koordinasi Serapan Gabah Petani (Sergap) di kantor Perum Bulog, Rabu (9/5).Rapat tersebut juga dihadiri Dirut Perum Bulog yang baru, Budi Waseso dan Aster TNI AD, Mayjen TNI Supartodi.

 

Salah satu program memotong rantai pasok adalah pemberian dryer ke kelompok tani/gabungan kelompok tani. Tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebanyak Rp 1 triliun untuk pemberian bantuan 1.000 unit dryer (pengering padi).

 

Dengan adanya dryer menurut Amran, nantinya poktan/gapoktan membeli gabah petani, sehingga akan memotong rantai pasok. Kemudian gabah tersebut dibeli Bulog sesuai ketetapan pemerintah dalam Inpres No. 5 Tahun 2015. “Jadi harga gabah di petani tidak akan turun, sedangkan harga beras di konsumen juga tidak melonjak,” katanya.

 

Amran berharap dengan bantuan dryer ke petani, serapan gabah Bulog akan meningkat dibandingkan tahun lalu. Data Perum Bulog, realisasi pengadaan gabah/beras hingga kini baru sebanyak 667.852 ton atau 30% dari total target sampai dengan Juni 2018 sebesar 2,2 juta ton.

 

“Kemarin saya dapat laporan sudah sebanyak 22 ribu ton/hari, tapi hari ini turun lagi menjadi 17 ribu ton/hari,” katanya. Karena itu Amran berharap, target  penyerapan gabah Bulog Juni-Juli sebanyak 27 ribu ton/hari bisa tercapai agar stok beras untuk cadangan beras pemerintah tercapai. “Ini arahan Presiden, jadi kita harus selesaikan bersama,” tambahnya.

 

Pada rakor tersebut, juga ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Gapoktan dengan Divisi Regional Bulog. Gapoktan tersebut yakni, Gapoktan Oriza, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dengan Divre Sumatera Utara; Gapoktan Darma Usaha, Kabupaten Ciamis dengan Divre Jawa Barat; Gapoktan Sumber Rezeki, Kota Surabaya dengan Divre Jawa Timur dan Gapoktan Bung Tuwo, Kabupaten Wajo dengan Divre Sulawesi Selatan. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162