Loading...

Bawang Merah Indonesia Kembali Masuki Singapura

15:37 WIB | Monday, 09-July-2018 | Hortikultura | Penulis : Kontributor

Bawang Merah Indonesia

Capaian ekspor komoditi Indonesia kini semakin bertambah panjang dengan diekspornya bawang merah ke beberapa negara ASEAN. Terbaru, 6000 ton bawang merah dikirim bertahap ke Singapura dan negara terdekatnya.

 

Pemerintahan Jokowi -JK terus berkomitnen untuk mewujudkan kedaulatan Pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.  Guna mewujudkan visi tersebut, Kementerian Pertanian sejak tahun 2015 terus giat memantapkan sentra produksi dan  memperluas kawasan pertanian, khususnya di luar Pulau Jawa dan wilayah perbatasan.

 

Diantara 7 komoditas strategis, bawang merah menjadi salah satu yang ditingkatkan guna kedaulatan pangan, yaitu dengan mampu mencukupi pasokan dari produksi sendiri dan bukan dari impor.

 

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian terus memperkuat kawasan kawasan  bawang dan cabai, baik di Jawa  dan perluasan wilayah di luar Pulau Jawa seperti Solok, Tapin, Enrekang, Bima, Lombok Timur dan lainnya.

 

Hasilnya mulai terlihat di tahun 2016 dengan mulai dihentikannya impor bawang merah, dimana pada tahun 2014 Indonesia masih impor bawang merah mencapai 74.903 ton dan di tahun 2015 impor mulai menurun drastis menjadi 17.428 ton. Setelah bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, tahun 2017 Indonesia mulai terbang landas ekspor bawang merah ke beberapa negara tetangga.

 

Capaian ini diperkuat dengan data BPS yang menyebutkan pada tahun 2017, ekspor komoditas hortikultura naik tajam, khususnya untuk komoditas bawang merah yg mencapai 7.750 ton atau naik 93,5 % dibandingkan 2016 yang hanya 736 ton.

 

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menjelaskan bahwa prestasi ini menjadikan Indonesia mampu membalikkan keadaan dari semula impor menjadi negara eksportir bawang merah ke beberapa negara ASEAN."Hari ini kita kembali membuktikan dengan ekspor bawang merah ke Singapura," jelas Suwandi di tengah acara pelepasan ekpor bawang merah oleh PT Aman Buana Putera, di Surabaya (9/7).

 

"Ekspor dari Surabaya ini saja kita sudah ribuan ton. Jika tahun lalu ekspor secara nasional sebesar 7750 ton. Nah untuk tahun ini, PT Aman Buana Putera saja sanggup ekspor 6000 ton, artinya ini akan naik 2 kali lipat. Ini berkat kerja keras dan doa semua pihak yang memiliki komitmen untuk membangun negeri Indonesia tercinta ini" tegas Suwandi.

 

Suwandi berpesan agar produksi pertanian lainnya juga bisa  ditingkatkan lagi kualitasnya hingga dapat berdaya saing. Produknya yang berorientasi ekspor jelas mampu menaikkan devisa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

Suwandi dalam penutupan sambutannya juga menekankan bahwa dengan terlaksananya ekspor bawang ini  membuktikan bahwa Kementan tidak hanya berhasil mewujudkan swasembada, akan tetapi juga mewujudkan kedaulatan bawang merah.

Harapannya pada 100 tahun indonesia merdeka yakni tahun 2045 Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

 

Ekspor Bertahap

 

Mewakili PT Aman Buana Putera, Herry Satyo menuturkan pihaknya akan mengekspor 6000 ton bawang merah secara bertahap ke Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Setelah sebelumnya di tahun 2017, PT Aman Buana Putera berhasil mengekspor bawang merah sebanyak 9 kontainer dengan tonase 247,5 ton ke Thailand dan Singapura.

 

"Kami mendukung penuh dan mengapresiasi program dan kinerja Kementerian Pertanian yang dinahkodai Bapak Andi Amran Sulaiman, khususnya atas capaian swasembada bawang merah dan bahkan sudah ekspor sejak tahun lalu. Kami juga sangat merasakan manfaatnya, bahkan sekarang jika kami mencari pasokan bawang merah, itu mudah diperoleh di daerah sentra-sentra bawang merah," jelasnya.

 

Dalam penyediaan suplai bawang, Perusahaan ini bekerja sama dengan petani Malang, Bima dan Probolinggo.  Kerja sama petani dan pengusaha ini membentuk pola sinergis yang mapan guna pemenuhan pasokan.  Selain itu pemerintah turut andil mendorong  pelaksanaan manajemen tanam.

 

“Kami bermitra dengan petani petani bawang merah di beberapa sentra di Bima, Malang, Probolinggo dan lainnya secara sinergis, saling menguntungkan dan berkelanjutan”, pungkasnya.

 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, menyebutkan bahwa Jawa Timur merupakan sentra bawang merah terbesar kedua setelah Jawa Tengah. "Produksi bawang merah Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 20% dari total produksi nasional. Sentranya tersebar di Nganjuk, Malang, Probolinggo, Bojonegoro, Sumenep, Sampang, Pamekasan, Mojokerto hingga Bondowoso.

 

Dirinya juga mengungkapkan bahwa jajarannya tengah berkosentrasi untuk menyuplai varietas Super Philip yang berstandar ekspor. “Sedangkan untuk mendukung program ekspor, kami siap suplai dari sentra yang banyak mengembangkan varietas Super Philip yaitu Nganjuk,  Probolinggo hingga Bondowoso", papar Hadi.

 

Dengan suksesnya ekspor bawang merah dari Jawa Timur ini, Dinas Pertanian Propinsi meyakini perekonomian di daerahnya akan stabil.

 

"Kebijakan Pemprov Jawa Timur sangat jelas, kami akan terus maksimalkan produksi bawang merah lokal untuk menjaga agar inflasi stabil. Kami juga sangat mendukung upaya peningkatan ekspor bawang merah seperti hari ini. Alhamdulillah kebijakan ini sangat selaras dengan Pusat," tegasnya. (gsh)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162