Loading...

BB Pascapanen Latih Wanita Tani Banyuasin Mengolah Bekatul

16:06 WIB | Friday, 11-May-2018 | Non Komoditi, Olahan Pasar | Penulis : Kontributor

Tak banyak yang tahu jika bekatul bisa diolah menjadi beragam olahan bergizi tinggi. Karena itu, BB Pascapanen melatih wanita tani Banyuasin untuk mengolah bekatul. Adanya olahan tersebut, bisa menjadikan Banyuasin punya olahan unik dan khas dari bekatul.

 

Indonesia memiliki potensi ketersediaan bekatul padi yang tinggi. Setiap menggiling padi menjadi beras dihasilkan 6-7 persen bekatul setara 360 kg/ha (provitas 51.65 kw/ha, BPS 2017) atau 5.67 juta ton dari produksi nasional, (Dengan asumsi produksi nasional sebanyak 81 juta ton GKG, BPS 2017) yang selama ini hanya untuk pakan ternak bahkan banyak pula yang terbuang sia-sia

 

Padahal, produk-produk olahan bekatul telah dikenal dunia sebagai produk dengan sifat fungsional. Kandungan serat yang tinggi (20-27 persen), menjadi keunggulan tersendiri untuk mencegah penyakit kanker usus, jantung koroner, kegemukan, diabetes dan masalah pencernaan. Selain itu, bekatul juga mengandung protein, mineral, lemak tak jenuh dan vitamin yang tinggi. 

 

Di sisi lain, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Kementan mempunyai teknologi pengolahan yang bisa memperbaiki cita rasa bekatul dan kini bisa diolah menjadi berbagai produk pangan yang bergizi dan menyehatkan. Masalah bekatul yang daya simpannya tidak tahan lama dan mudah berbau tengik yang selama ini menjadi kendala dalam pemanfaatannya, melalui teknologi stabilisasi yang tidak terlalu rumit dan mudah dilakukan oleh petani terutama wanita tani, bisa mengatasi masalah tersebut, sehingga dapat memperpanjang umur simpan bekatul.

 

After taste dan aroma bekatul yang kurang enak melalui proses pengolahan yang tepat, dapat diminimalisasi sehingga produk akhir yang dihasilkan tetap memiliki rasa yang bisa diterima dengan baik oleh konsumen. Kandungan serat bekatul yang tinggi menyebabkan bekatul memiliki sifat memperbaiki tekstur, stabilitas, ketebalan, gelling, dan emulsifying produk yang dihasilkan; khususnya untuk produk bakery seperti roti, biskuit dan cake.

 

Dalam rangka mendekatkan teknologi pengolahan bekatul kepada masyarakat, Balitbangtan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Litbang Pascapanen bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin selaku penyelenggara Pelatihan Pemanfaatan Bekatul Padi Menjadi Produk Pangan bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMKPP) Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Kamis (10/5).

 

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Ir. H. Babul Ibrahim. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut kegiatan Bimtek Bioindustri Padi yang dilaksanakan akhir April lalu. Babul Ibrahim menyampaikan bahwa Banyuasin termasuk daerah yang surplus padi, sehingga potensi untuk memanfaatkan bekatul sangat tinggi. "Pelatihan ini sangat mendukung Model Bioindustri Padi berupa Auto-Pneumatic Rice Milling Unit (AP-RMU) dengan mengolah hasil sampingnya berupa sekam (menjadi Pupuk Biosilika Cair dari abu sekam sisa pembakaran mesin pengering gabah) dan bekatul yang dikembangkan," tuturnya.

 

Perekayasa Utama BB Litbang Pascapanen, Rudy Tjahjohutomo yang dalam hal ini mewakili Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen, menyatakan kegiatan pelatihan ini penting dalam rangka mendekatkan inovasi Balitbangtan kepada masyarakat Banyuasin sekaligus memperkuat interelasi Pusat-Daerah yang akan dikawal oleh BPTP Sumsel.

 

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang yang terdiri dari DWP Pemkab, PKK, Guru SMKPP, Istri Pengusaha Penggilingan Padi Kecil, Wanita Wirausaha, dan Penyuluh se Kabupaten Banyuasin. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Ir. H. Babul Ibrahim mengharapkan agar peserta yang sebagian besar merupakan wanita tani mampu memanfaatkan dengan cerdas sumber Alami termasuk komoditas Pertanian. 

 

"Contohnya padi ini yang ternyata hampir seluruh bagian tanaman padi bisa menghasilkan pangan, pakan, energi, dan serat serta sebagai bahan baku industri (pangan, pertanian, dan non pangan)," tutur Babul. 

 

Instruktur BB Litbang Pascapanen adalah penelit Ir. Ira Mulyawanti didampingi teknisi pascapanen, mengajarkan dan mempraktekkan cara memperpanjang daya simpan bekatul sebagai bahan baku aneka olahan, seperti membuat sereal/susu bekatul, kukies, dan brownis bekatul serta rerotian. 

 

Para peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi para Ibu untuk keluarga maupun untuk usaha bahkan ada peserta yang belum mengetahui bekatul itu berasal dari bagian apa dari gabah, sehingga pelatihan ini sangat berarti bagi para Ibu-ibu peserta.

 

Pada kesempatan ini pula, aneka peralatan yang digunakan untuk praktek oleh BB-Pascapanen diserahkan kepada peserta pelatihan melalui Dinas Pertanian Kabupaten agar dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan gizi keluarga dan manfaat ekonominya bagi kesejahteraan masyarakat khususnya keluarga petani.

 

Paling tidak, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Banyuasin memiliki produk khas unggulan berbasis bekatul padi, sekaligus mengangkat harkat Bekatul padi. Disamping itu, mengolah bekatul menjadi produk pangan akan memaksimalkan pertanaman padi per satuan luas dalam penyediaan pangan, pungkas Babul Ibrahim. (rudy/ayu/gsh).

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162