Loading...

BBPP Kupang Benahi Fasilitas dan Layanan Informasi Publik

18:01 WIB | Wednesday, 25-October-2017 | Nusantara | Penulis : Julianto

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, NTT terus berbenah. Bukan hanya memperbaiki fasilitas yang ada untuk meningkatkan pelatihan, tapi juga dari sisi layanan informasi publik kepada masyarakat.

 

Kepala BBPP Kupang, Adang Warya mengatakan, pihaknya berupaya terus membenahi fasilitas yang ada. Misalnya, memperbaiki kadang ternak sapi dengan memisahkan kandang sapi bunting dengan anak sapi yang sudah disapih. Selain itu, BBPP Kupang juga akan membuat kandang koloni sebagai tempat berbaur sapi induk dengan anak sapi (pedet) yang belum disapih (pisah dari induk).

 

“Di areal kandang juga kami buat jalur pemberian pakan ternak agar lebih mudah bagi pekerja memberikan pakan,” katanya di sela-sela visitasi Tim Penilai Keterbukaan Informasi Publik, Setjen Kementerian Pertanian, Rabu (25/10).

 

Perbaikan lain yang ada di sekitar kandang sapi adalah membuat areal taman. Dengan demikian, jika ada pengunjung akan merasa nyaman melihat ternak sapi yang ada di kandang. “Kita harapkan dengan membuat taman nantinya makin menarik generasi muda, khusunya anak-anak sekolah berkunjung melihat secara langsung peternakan sapi,” ujarnya.

 

Selain fasilitas kandang ternak, Adang mengatakan, pihaknya juga membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada kedelai yakni mengadakan uji coba tanaman kedelai di lahan BBPP Lembang. Setidaknya ada 10 varietas kedelai yang benihnya diambil langsung dari Balai Penelitian Kacang dan Umbi-umbian (Balit Kabi), Malang. Darai hasil uji coba itu akan terlihat varietas yang cocok untuk wilayah NTT dan akan direkomendasikan ke Dinas Pertanian NTT.

 

Fasilitas lainnya yang tengah dibangun adalah membuat percontohan budidaya hidroponik dan hidro organik untuk tanaman sayuran. Adang berharap, fasilitas tersebut akan ditiru Pemerintah Daerah untuk dikembangkan lebih lanjut di masyarakat NTT.  

 

“Kondisi iklim disini yang memang minim air mengharuskan kita mengembangkan budidaya hidroponik. Masyarakat juga bisa memanfaatkan pekarangan untuk menghasilkan sayuran sendiri,” ujarnya. Di areal sekitar BBPP Kupang, lanjut Adang, selokan juga dioptimalkan untuk pengembangan budidaya ikan lele, terutama saat musim kemarau.

 

Tingkatkan Layanan

 

Selain membenahi infrastruktur fasilitas, BBPP Kupang juga terus memperbaiki layanan kepada publik. “Pusat layanan akan kita tata lebih baik, bahkan pos satpam sebagai pintu terdepan informasi kini kita sedang buat,” kata Adang.

 

Karena itu Adang meyambut baik dengan kedatangan Tim Penilai Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dari Setjen Kementerian Pertanian. Dengan adanya penilaian ini diharapkan dapat memberikan perubahan lebih baik dalam pelayanan dan keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.

 

“Adanya penilaian keterbukaan informasi publik sangat perlu agar masyarakat tahu apa yang kita kerjakan. Kita juga akan tahu apa yang belum dilaksanakan. Jadi kita akan terus berupaya meningkatkan layanan prima kepada masyarakat,” tutur Adang.

 

Sementara itu Tim Penilai Keterbukaan Informasi Publik yang terdiri dari Rizki Susanto dari Komisi Infomrasi Publik (KIP), EH. Ismali (Rapublika) danb Yulianto (Sinar Tani) memberikan beberapa catatan terhadap pelaksanaan KIP. Diantaranya, belum ada jadwal piket dalam pelayanan, belum ada jalur evakuasi jika terjadi bahaya dan tidak ada alur keberatan terhadap layanan informasi. Namun secara umum tim penilai, BBPP Kupang sudah cukup baik. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162