Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - BEKERJA, Berkah bagi Petani Miskin

11:16 WIB | Thursday, 14-June-2018 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar Tani - BEKERJA, Berkah  bagi Petani Miskin

 

Program BEKERJA (Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera) ibarat setetes air di padang pasir. Bantuan pemerintah dalam program tersebut menjadi asa mengangkat kehidupan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. 

 

berwringin, Kecamatan Sumberwringin, Kabupa­ten Bondowoso, Jawa Timur yang biasanya sepi dari keramaian, pagi itu tampak ramai. Wajah-wajah polos dan lugu tampak berkumpul menanti ‘setetes air’ kehidupan dari pemerintah berupa bantuan ternak dan bibit tanaman.

 

Selama ini warga desa yang berada di bawah kaki Gunung Raung itu sebagian besar hidup dalam kemiskinan. Mereka umumnya buruh tani dan petani penggarap yang pendapatannya jauh dianggap layak. Bahkan di bawah standar garis kemiskinan Rp 1,4 juta/bulan.

Rumah tinggal berlantai tanah dengan dinding anyaman bambu menjadi bagian dari keseharian mereka. Tak ada listrik ataupun kamar mandi dalam rumah. Kamar tamu, kamar tidur dan dapur seakan menyatu dalam satu rumah. Kalau ada pembatas, hanya sekat anyaman bambu penghalangnya.

Rumah tinggal mereka jauh dari mewah. Pekerjaan pun ala kadarnya, bahkan sebagian adalah buruh tani yang penghasilannya hanya cukup untuk makan. Barangkali untuk bermimpi membeli sepeda, mereka pun tak berani.

Namun Selasa (22/5) pagi ada pemandangan yang berbeda di desa tersebut. Warga yang sebagian besar berusia lanjut, berkumpul di antara rumah sangat sederhana yang tak begitu luas. Dari keriuhan warga sekali-kali terdengar embikan kambing dan suara riuh ayam di kandang. 

Warga desa yang berkumpul tampak membawa selembar kertas bertuliskan nama mereka. Sebagian dari warga sudah duduk di kursi dan sebagian mondar-mandir mencari tempat duduk yang lebih teduh dari sengatan matahari. 

“Kami yang ada di sini sedang menunggu pembagian ayam, kambing, bibit tanaman, dan pakan ayam. Semua yang ada di sini menerima semua,” kata salah satu warga Dusun Legan, Desa Sumberwringin, Bondowoso, Sugiono (60).

Sugiono dan warga Dusun Legan lainnya mengaku dan senang menerima batuan ayam dan kambing dari Kementerian Pertanian. Apalagi, bantuannya diberikan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. “Kami berharap ada uluran tangan dari pemerintah. Sebab kami ini hanya petani labu yang menanam di sela hutan Perum Perhutani. Hasilnya juga pas-pasan,” kata Sugiono.

Menurut bapak dua anak ini, sebagai petani labu pendapatannya hanya Rp 150 ribu/setengah bulan. Artinya, sebulan ia hanya mendapat penghasilan Rp 300 ribu dari usaha tani labu. “Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami jadi buruh tani, seperti mencangkul dan pekerjaan tani lainnya,” ujarnya.

 

Ringankan Beban Kehidupan

Sugiono berharap bantuan ayam 50 ekor dan kambing dari pemerintah bisa bermanfaat untuk meringankan beban hidupnya. Jika ayam yang dipelihara bertelur, maka sebagian telurnya bisa dijual, sebagian lainnya dikonsumsi. “Kambingnya akan kami pelihara supaya bisa beranak pinak. Kalau sudah beranak, anaknya bisa kami jual untuk kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Sugiono juga berterima kasih karena mendapat bantuan bibit tanaman kopi dan sayuran pada pemerintah. Sayuran seperti cabai, terong dan tomat bisa ditanam di pekarangan rumah. Tanaman kopinya juga bisa ditanam di pekarangan rumah. “Kami tinggal memetiknya kalau mau masak. Buah kopinya kalau sudah tua bisa kami jual,” katanya.

Keceriaan juga terpancar dari wajah Samsul (57). Pria paruh baya beranak satu ini sangat senang menerima bantuan ayam. “Ayamnya akan kami pelihara dan kami beri pakan supaya bisa bertelur. Kambingnya juga kami pelihara sampai beranak pinak. Bantuan ini nggak kami jual,” tegas Samsul yang juga petani labu.

Karena hanya usaha tani labu, kehidupan ekonomi Samsul juga tak jauh berbeda dengan warga Dusun Legan lainnya. “Kalau hasilnya 1.000 biji paling hanya laku dijual Rp 150 ribu. Jadi, kami harus kerja serabutan lainnya supaya bisa bertahan hidup,” katanya.

Samsul menganggap bantuan ayam, kambing dan bibit tanaman dari pemerintah merupakan berkah, karena sangat bermanfaat untuk menopang ekonominya dan warga lainnya. “Bantuan ini sangat banyak manfaatnya. Kami berharap dengan bantuan ini kami ke depan bisa hidup lebih baik lagi,” ujarnya.

Pemandangan yang tak jauh beda juga terjadi di Dusun Sumber Nangka, Desa Sukogidri, Kecamatan Ledok Ombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kemiskinan sudah menjadi pemandangan sehari-hari warga dusun tersebut yang kebanyakan menggantungkan nasibnya dari buruh tani. 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162