Loading...

Bekerja, Mengangkat Masyarakat Jember dari Lubang Kemiskinan

10:51 WIB | Thursday, 24-May-2018 | Nasional | Penulis : Indarto


Kemiskinan menjadi pemandangan yang kerap ditemui pada masyarakat dipedesaan. Mirisnya lagi, mereka adalah petani yang sebenarnya adalah produsen pangan utama bangsa Indonesia.

 

Untuk mengangkat masyarakat, pemerintah melalui program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) berusaha mengangkat masyarakat dari lubang kemiskinan tersebut. Karena itu, bantuan ayam, bibit tanaman dan kambing kepada 33 kepala keluarga rumah tangga miskin (RTM) di Dusun Sumber Nangka, Desa Sukogidri, Kec. Ledok Ombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur diharapkan  menjadi solusi menyejahterakan masyarakat.

 

“Setiap RTM kami beri ayam 50 ekor/kepala keluarga beserta kandang dan pakan. Pada umur 4 bulan ayam ini mulai bertelur. Telur tersebut bisa dikonsumsi dan sebagian lainnya dijual,” pesan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberi bantuan ayam dan bibit tanaman secara simbolis kepada masyarakat miskin di  Dusun Sumber Nangka, Desa Sukogidri, Kecamatan Ledok Ombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (23/5).

 

Perhitungan Amran, apabila telur ayam tersebut dijual, paling tidak petani penerima bantuan bisa mendapatkan penghasilan antara Rp 2,2 juta-2,5 juta/bulan. Jika hitungannya, kategori masyarakat miskin itu adalah yang pendapatannya Rp 1,4 juta/bulan/KK, maka paling tidak dalam kurun enam bulan kemudian, masyarakat Kecamatan Ledok Ombo sudah tak miskin lagi, karena penghasilannya sudah naik sebesar Rp 3,6 juta/bulan/KK.

 

Amran memintan agar bantuan ayam ini tak dijual atau disembelih. Ayam tersebut harus dipelihara dan diberi pakan supaya tiap hari bisa bertelur. “Kalau ayam ini dipelihara dengan baik tentu akan memberikan hasil," ujarnya.

 

Agar bantuan tersebut bisa menumbuhkan efek ekonomi bagi masyarakat, pemerintah juga memberi pendampingan ke masyarakat (petani). Nantinya akan ada petugas dari desa, kecamatan dan kabupaten yang memberi pendampingan agar program Bekerja berjalan dengan baik.

 

Dalam jangka panjang, Amran mengatakan, pemerintah akan memberikan bantuan bibit kopi kepada petani yang bisa ditanam di sekitar rumah sebanyak 5-10 pohon/rumah (KK). Kopi yang ditanam ini selama 3-4 tahun ke depan mulai berbuah.

 

“Agar mudah mengontrolnya, petani yang menanam kopi ini akan kami kembangkan dalam bentuk klaster," ujarnya. Petani yang tanam kopi, lanjut Amran bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 200 juta/tahun.

 

Program Bekerja yang dicanangkan Kementan merupakan strategi pemerintah untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat. Program ini fokus pada peningkatan pendapatan dan daya beli RTM yang bekerja pada sektor pertanian maupun informal. Program "Bekerja" bersinergi dengan Kemensos, BUMN, Kemendes, BKKBN dan pemerintah daerah.

 

Terakhir, Amran berpesan kepada masyarakat penerima agar bantuan yang diberikan hendaknya dimanfaatkan seoptimal mungkin agar pendapatan ekonomi keluarga meningkatan secara signifikan. ”Apabila bapak dan ibu rajin, tak berpangku tangan dan terus bekerja maka tak ada petani di sini yang miskin," tegas Amran.Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162