Loading...

Belanda Perkuat Kerjasama Pertanian dengan Indonesia

17:08 WIB | Friday, 02-February-2018 | Nasional | Penulis : Kontributor

 

 

Pemerintah Belanda akan memperkuat kerjasama bidang pertanian dengan Indonesia. Sebelumnya kedua negara tersebut telah menjalin kerjasama dalam berbagai kegiatan.

 

Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ferdinand Lahnstein mengatakan, Indonesia dan Belanda sudah sejak lama menjalin kolaborasi di bidang pertanian melalui beberapa progam kerjasama bilateral yang disebut Working Group on Agriculture, Fisheries and Forestry (WGAFF) sejak tahun 1996. Kerjasama yang diberi selogan “Spreading the word, feeding the world”.

 

“Melalui kerjasama itu kedua negara berharap dapat memperkuat kapastitas Indonesia pada sektor-sektor tersebut. Penguatan menjadi tujuan utama di bidang pertanian dan pangan, kami pun ingin meberdayakan petani-petani kecil,” katanya dalam acara Agricultuer for Our Common Future, di Pusat Kebudayaan Kerjaan Belanda, Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Ferdinand mengungkapkan, dalam menjalankan progamnya Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia berkerjasama dengan berbagai pihak. Diantaranya untuk progam The Dutch-Indonesian programme on Food Seccurity on Livestock (DIFS-Live) periode progam 2014-2018.

 

Dalam program itu, telah bekerjasama dengan The Lead Agency is Animal Sciences Group Wageningen University & Research (WUR), Wageningen Bioveterinary Research, Wageningen Livestock Research, Wageningen Economic Research, Pusat Pengembangan Inovasi IPB Bogor, 10 perusahaan Belanda dan 9 perusahaan Indonesian di bidang pakan ternak dan unggas dan lain-lain.

 

Managing Director PT East West Seed Indonesia, Glenn Pardede mengungkapkan, kerjasama antara pemerintah Belanda dengan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) salah satunya berupa pemberian dana 2,8 juta EURO untuk pengembangan aplikasi SIPINDO. Aplikasi SIPINDO untuk membantu petani menyelesaikan masalah seperti kendala hama dan penyakit, perubahan iklim, kesulitan dalam akses pasar, permainan harga oleh tengkulak, dan penerapan pola diversifikasi tanaman.

 

Pemerintah Kerajaan Belanda membantu sektor peternakan Indonesia. Salah satunya melalui Frisian Flag Indonesia berupa progam Facility for Sustainable Entrepreneurship and Food Security (FDOV) Dairy Development Progamme yang berada di KPSBU Pangalengan dan Lembang. Adanya progam FDOV turut meningkatkan kualitas ternak.

 

“Sebelum diterapkan teknologi Automatic Milk Collection Point (MCV) dalam susu sapi peternak terdapat 5-7 mil  cfu/ml, sekarang turun menjadi sekitar 0,2-0,3 mil cfu/ml,” kata DDP & Manager Project FDOV Frisian Flag Indonesia, Akhmad Sawaldi.

 

Selain itu, untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan bagi siswa/i SMK di Indonesia, pemerintah Kerjaan Belanda bekerjasama dengan Nufic Neso Indonesia membuat progam TVET ( The Vocational Education & Training) di bidang pertanian. Tujuannya untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja

 

 “Progam ini diinisiasi pada November 2016 dengan pilot project SMK 2 Subang dan SMK 5 Jember yang ditunjuk langsung Kemendikbud,” kata Kepala Pengembangan dan Kerjasama Nuffic Neso Indonesia, Naya Burki. Yusrina

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162