Loading...

Bencana dan Ketahanan Pangan Masyarakat

11:06 WIB | Monday, 19-December-2016 | Agri Wacana, Agri Wacana | Penulis : Kontributor

Oleh: Eddy Suntoro

 

Gempa bumi 6,4 skala richter di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh (7-12), telah merenggut lebih dari 100 korban jiwa, meluluhlantakkan tempat ibadah, ratusan tempat tinggal dan berbagai fasilitas bangunan lainnya.

 

Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin puting beliung seakan tidak pernah berhenti terjadi di tanah air. Menurut statistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Nopember 2016 telah terjadi 2.175 bencana dengan korban meninggal dan hilang 567 jiwa, korban menderita dan mengungsi lebih dari 2,7 juta jiwa dan kerusakan pemukiman sebanyak 36.296.

 

Banyaknya kejadian bencana di tanah air, karena Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng/kulit bumi aktif, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian selatan, lempeng Euro-Asia di bagian utara dan lempeng Pasifik di bagian timur. Ketiga lempeng bergerak dan saling bertumbukan, sehingga menimbulkan jalur gempa bumi dan rangkaian gunung api aktif sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi Utara (Buku “Rencana Penanggulangan Bencana 2010–2014” yang diterbitkan Badan Penanggulangan Bencana Nasional/BPBN).

 

Gempa bumi yang disebabkan interaksi lempeng tektonik dapat menimbulkan deformasi dasar laut yang mengakibatkan gelombang pasang dan tsunami apabila terjadi di Samudera. Dengan wilayah yang sangat dipengaruhi pergerakan lempeng tektonik, Indonesia rawan terhadap ancaman tsunami. Selain itu, Indonesia juga memiliki lebih dari 500 gunung api dengan 129 di antaranya aktif, tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Utara dan Kepulauan Maluku, mencapai 13 persen dari sebaran gunung api aktif dunia.

 

Indonesia juga menghadapi ancaman tanah longsor, karena hampir semua pulau utama di Indonesia memiliki beberapa kabupaten dan kota yang rawan pergerakan tanah, terutama di daerah pantai timur Sumatera bagian utara, daerah pantai utara Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat dan selatan, Sulawesi Selatan dan Papua bagian Selatan.

 

Dampak bencana dan musibah, selain menimbulkan kehilangan harta benda, dan nyawa, juga menimbulkan ancaman rawan pangan dan gizi, terutama warga yang menjadi korban bencana. Untuk itu, ketersediaan pangan yang cukup yang dikelola pemerintah daerah, perlu dibangun dan dikelola dengan baik.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162