Loading...

Biosoy 1 dan 2 Punya Biji Besar

16:08 WIB | Monday, 02-July-2018 | Inovasi Teknologi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Contoh Pertanaman Biosoy 1

Pengrajin tempe dan tahu ternyata punya kriteria sendiri untuk bahan baku kedelai yang digunakan. Umumnya mereka lebih suka kedelai berbiji besar. Peluang inilah yang ditangkap oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) untuk merakit varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2.

 

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan produksi nasional kedelai. “Petani, pengerajin tahu dan tempe, juga masyarakat suka dengan kedelai berbiji besar bobot sekitar 20 gr/100 biji karena mirip dengan biji kedelai impor,” kata Kepala Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen), Mastur saat diwawancarai Tabloid Sinar Tani Online, Senin (2/7).

 

BB Biogen telah melakukan program perbaikan genetik kedelai melalui evaluasi plasma nutfah, peningkatan keragaman melalui mutasi, persilangan, dan seleksi. 

 

Dari hasil perbaikan genetik tersebut akhirnya dilepas menjadi varietas unggul baru (VUB) Biosoy 1 dan Biosoy 2. Keduanya memiliki potensi hasil 3,3 ton/ha dan Biosoy 2 memiliki potensi hasil 3,5 ton/ha. Potensi hasil ini lebih besar sekitar 20% dari varietas Grobogan dan sekitar 18% dari varietas Anjasmoro.

 

Kedua varietas ini memiliki stabiltas hasil yang luas di berbagai lokasi pengujian. Galur Biosoy 1 dan Biosoy 2 memiliki umur 83-84 hari, atau 7-8 hari lebih lama (masak polong) dari varietas Grobogan tetapi memiliki 3-4 hari lebih genjah dari varietas Anjasmoro.

 

Biosoy 1 maupun 2 memiliki jumlah polong yang lebih banyak dibanding varietas Grobogan, namun lebih sedikit dibanding jumlah polong varietas Anjasmoro.

 

Keunggulan yang terlihat langsung dari kedua varietas terbaru ini adalah ukuran yang lebih besar dibandingkan varietas kedelai yang selama ini menjadi kesukaan petani juga pengerajin tahu dan tempe yakni Grobogan dan Anjasmoro. Ukuran biji terlihat dari bobot 100 butir biji Biosoy 1 dan Biosoy 2 masing-masing  21,74 dan 22,35 gr/100 biji. Ukuran tersebut jauh lebih besar dibanding Anjasmoro (16,14 g/100 biji) dan juga lebih besar dari Grobogan (20,72 gr/100 biji). 

 

Dilihat dari ukuran batang, varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 memiliki batang yang besar dan kokoh yang dicirikan oleh diameter batang yang lebar jika dibandingkan pendahulunya.

 

Diharapkan pada Musim Tanam II 2018 dan Musim Tanam 2019 benih pokok dan benih dasar kedua varietas ini sudah dapat didistribusikan ke petani-petani penangkar terutama disentra-sentra produksi kedelai di Indonesia untuk diproduksi lebih lanjut benih dasar, benih pokok, dan benih sebarnya. Sehingga berdampak terhadap peningkatkan produksi nasional kedelai menuju swadembada kedelai tahun 2020. TIA

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162