Loading...

BKIPM Bengkulu Sita Selundupan Terumbu Karang

22:37 WIB | Monday, 04-June-2018 | Karantina | Penulis : Gesha

BKIPM Bengkulu kerjasama dengan AVSEC Bandara Fatmawati Soekarno, gagalkan selundupan terumbu karang

Terumbu karang memang menarik untuk dijadikan hiasan dalam akuarium. Namun, jangan pernah mencoba membawanya tanpa disertai surat karantina maupun surat angkut tumbuhan dan hewan dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA).

 

Itulah yang terjadi pada salah satu penumpang pesawat tujuan Jakarta di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu. Meskipun hanya satu buah terumbu karang jenis Acropora sp. tetapi tidak dilengkapi dengan surat-surat, maka akan dilakukan penyitaan oleh Tim Piket Pengawasan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bengkulu bersama petugas AVSEC.

 

Kepala BKIPM Bengkulu, Ardinan Pribadi mengatakan terumbu karang yang tidak dilengkapi dengan surat karantina dan surat dari BKSDA tergolong pada penyelundupan. Dan AVSEC Bandara mengetahuinya ketika melakukan scan pada kardus bawaan penumpang tersebut.

 

"Perlu kita ketahui bahwa terumbu karang dan bagian-bagiannya ada beberapa yang dilindungi undang-undang, bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan beberapa waktu lalu menginstruksikan larangan pengiriman anemon dan coral, " jelas Ardinan. Kepada penumpang yang mencoba menyelundupkan terumbu karang tersebut, pihaknya hanya mendata dan diberikan penjelasan agar tidak melakukan hal serupa. Sedangkan terumbu karang yang dibawa, dilakukan penyitaan oleh BKIPM.

 

Ardinan menghimbau agar masyarakat khususnya pelaku usaha perikanan untuk melaporkan setiap komoditas yang akan dilalulintaskan. Hal ini untuk menjamin produk perikanan yang dilalulintaskan. "Harapan kami agar masyarakat khususnya pelaku usaha perikanan sadar mutu dan karantina ikan, mari bersama-sama kita jaga kelestarian sumber daya hayati ikan demi pengelolaan berkelanjutan untuk masa depan anak cucu kita," tuturnya.

 

BKIPM Bengkulu pun selalu melakukan koordinasi dengan beragam stakeholder untuk mewujudkan produk perikanan yg legal, Reported and Regulated (terlaporkan dan sesuai regulasi) "Baik yang masuk maupun yang keluar Propinsi", tutupnya. (Aan/Gsh)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162