Loading...

BPP Krayan, Nunukan - Eksistensi di Daerah Perbatasan

18:03 WIB | Monday, 12-October-2015 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Eksistensi penyuluhan pertanian di Kecamatan Krayan memilki sejarah panjang. Pada tahun 1989 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Krayan sudah terbentuk. Namun kemudian berubah nama menjadi Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (UPT BP3K) Kecamatan Krayan.

 

Perubahan ini berlandaskan peraturan Bupati Nunukan Nomor 45 tanggal 05 April 2010 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

 

UPT BP3K Kecamatan Krayan beralamat di Jl. Korpri No. 2 Long Bawan, Kode Pos 77456. Ruang lingkup kerjanya meliputi Kecamatan Krayan dan Kecamatan Krayan Selatan. Kecamatan Krayan salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Terletak di bagian barat Kabupaten Nunukan berbatasan dengan Sarawak.

 

Memilki luas wilayah 1.837,54 km² terdiri dari 65 desa dengan ibukota kecamatan di Long Bawan. Jumlah penduduknya 13.553 jiwa. Sebagian besar penduduk asli pedalaman Kalimantan yaitu Suku Dayak Lundayeh.

 

Untuk mencapai Krayan, dari Nunukan hanya bisa ditempuh melalui transportasi udara dengan pesawat perintis dalam waktu satu jam. Kecamatan Krayan Selatan memiliki luas 1.756,46 km², juga berbatasan dengan Sarawak Malaysia. Pusat pemerintahan berada di Long Layu, dengan jumlah 24 desa, penduduk 2.256 jiwa (hasil sensus penduduk 2010).

 

Sementara itu akses jalan darat yang menghubungkan Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan dapat ditempuh dengan menggunakan roda dua selama 2 jam. Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan memilki ketinggian 950 m dpl.

 

Dua kecamatan ini merupakan penghasil beras organik terbesar di Indonesia yaitu beras Adan yang merupakan padi unggul lokal organik. Padi Adan organik Krayan sudah memiliki perlindungan pemerintah dengan diberikan sertifikat Indikasi Geografis (IG) oleh Kemenkumham RI pada tahun 2011. Selama ini beras organik tersebut banyak dipasarkan ke Malaysia dan Brunei.

 

Luas lahan sawah organik fungsional 2.973 ha dengan lahan sawah potensial lebih dari seribu hektar. Budidaya padi di Krayan masih mengandalkan tadah hujan. Namun, sebagian sudah menggunakan irigasi dengan sistem pipanisasi. Produktivitas padi di Krayan mencapai 4-4,5 ton/ha.

 

Untuk meningkatkan hasil produksi padi UPT BP3K melalui PPL melakukan pendampingan dan penyuluhan kepada Poktan agar mengubah pola tanam padi dari acak menjadi jajar legowo.

 

Selain padi organik, Krayan dan Krayan Selatan juga memilki potensi yakni ternak kerbau 2.750 ekor, babi 2.573 ekor, sapi 210 ekor, itik 10.919 ekor, ayam kampung 9.713 ekor, kolam ikan 10 ha, hortikultura 35 ha, perkebunan masyarakat 110 ha.

 

Ternak kerbau di Krayan memiliki makna penting dan tidak terpisahkan dengan keberadaan padi organik. Kotoran dan injakan kerbau dimanfaatkan untuk membantu kesuburan tanah. Saat musim panen sudah selesai, ternak kerbau dikeluarkan dari kandang dan dilepas ke areal persawahan.

 

UPT BP3K Krayan kini dipimpin Ibnu Abas. Dibantu empat orang PP PNS, empat orang THL-TBPP dan satu staf honorer. UPT BP3K Krayan memiliki binaan 31 Gapoktan, terdiri dari 29 Gapoktan di Kecamatan Krayan dan 2 Gapoktan di Kecamatan Krayan Selatan. Sebagian besar Gapoktan sudah menerima BLM PUAP. Sementara itu kelompok tani binaan berjumlah 85 kelompok tani, yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Gapoktan.

 

Kegiatan UPT BP3K Krayan

 

  1.  Memberikan pendampingan penyuluhan secara kontinyu kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani di Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan agar konsisten dalam melaksanakan penanaman padi sawah secara organik.
  2. Untuk meningkatkan hasil produksi padi Adan organik di Krayan, sejak musim tanam tahun 2013 kelompok tani dan gabungan kelompok tani sudah menerapkan tanam padi jajar legowo 2:1. Jika semula petani di Krayan melakukan tanam padi secara acak, pola tanam jajar legowo 2:1 dapat meningkatkan produksi kisaran 15-30%.
  3. Melakukan beberapa demplot, sebagai percontohan kepada petani
  4. Bekerjasama dengan asosiasi petani beras adan untuk meningkatkan nilai tambah pemasaran beras Adan.
  5. Pelatihan-pelatihan dengan petani, kelompok tani maupun gabungan kelompok tani misalnya kegiatan lapang SL-PHT, pelatihan pembutan pesnab, kompos dan kegiatan pelatihan administrasi kelompok tani
  6. Pendampingan kepada 29 Gapoktan penerima bantuan dana PUAP dan juga melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada kelompok tani perikanan di Kecamatan Krayan
  7. Kerjasama dengan instansi peneliti Badan Litbang Pertanian untuk memperpendek umur padi Adan organik. Dengan BPTP Kalimantan Timur tentang pola tanam dan sistem sederhana pengkandangan ternak kerbau.

 

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162