Loading...

Brigade Alsintan Telah Bekerja Optimal

17:14 WIB | Wednesday, 09-May-2018 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Gesha

Di sela-sela kunjungan program BEKERJA di Kabupaten Purbalingga, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman juga berkunjung ke Kecamatan Bukateja untuk melihat secara langsung optimalisasi lahan yang dilakukan dengan mekanisasi melalui Brigade Alsintan.

 

Wajah lelah Menteri Amran Sulaiman langsung berganti sumringah dan bangga saat bertemu dengan petani lahan sawah di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga. Bagaimana tidak, di lahan seluas 221 ha di sana telah diolah secara mekanis dengan alat dan mesin pertanian berupa traktor roda 4 dan rice transplanter. Operator alsintan tersebut bekerja bergantian untuk mengolah satu hamparan dengan hamparan lainnya.

 

"Ini adalah contoh yang sangat bagus. Kalau berkelompok, (alsintan) 3-4 unit bisa menyelesaikan 15 ha siap tanam setiap hari," tuturnya saat meninjau langsung pengolahan tanah siap tanam di Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (8/5).

 

Penggunaan secara berkelompok ini dilakukan dalam Brigade Alsintan. Untuk diketahui, Brigade Alsintan dikelola oleh Dinas Pertanian, Korem/Kodim/UPJA. "Brigade Alsintan ini bisa mengoptimalkan mesin, mempermudah kontrol penggunaan mesin, permudah perbaikan, biaya murah dan hasilnya bisa 3 kali lipat," urai Mentan. 

 

Amran menambahkan pentingnya dibentuk Brigade Alsintan dibandingkan hanya Poktan saja yang mengelola, lebih dikarenakan kepemilikan alsintan hanya untuk pribadi atau kelompoknya sehingga setelah selesai mengolah tanah, traktor hanya disimpan begitu saja. "Ini gak boleh. Kita bentuk Brigade Alsintan seluruh Indonesia untuk bisa memanfaatkannya," tukasnya.

 

Brigade akan memonitor jika ada alsintan yang tidak optimal maka alat dipindah ke kelompok tani tetangganya. Cara melihatnya, traktor roda 4 diminta untuk kerja 2 hektar (ha) per hari, hand traktor 0,2 ha per hari. Hal ini yang harus dipenuhi petani dari penggunaan alsintan. "Kami ingin alat dan mesin pertanian betul-betul optimal. Karena ada yang terjadi setelah selesai pengolahan disimpan. Sehingga traktor optimal, lahan, dan petani optimal," tuturnya.

 

Berdasarkan hitungan, pengolahan tanah dengan kapasitas traktor yang sudah dibantukan kurang lebih 300 ribu unit seluruh Indonesia, mampu mengolah 50 ribu ha per hari. "Berarti bisa 1,5 juta ha per bulan. Dan ini berarti sudah melebihi kebutuhan (lahan) untuk padi, jagung dan lainnya," tutur Amran.

 

Dari segi efisiensi, Brigade Alsintan juga bekerja lebih efisien hingga 40 persen. "Tanamnya bisa lebih cepat dan biasanya (IP) 1 kali bisa 2 kali, 2 kali bisa 3 kali," ungkapnya. 

 

Dahulu, Kabupaten Purbalingga hanya mampu mengolah dan menghasilkan tanah seluas 22 ribu ha, sedangkan sekarang ditargetkan hampir 44 ribu ha karena adanya brigade Alsintan. "Dengan mekanisasi, program upsus, optimalisasi lahan, tanamnya bisa dua kali lipat," kata Amran Gsh/Ira

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162