Loading...

Bukan Berita Hoax

15:00 WIB | Monday, 09-January-2017 | Agri Wacana, Kolom | Penulis : Kontributor

Pada awalnya mungkin banyak orang menduga bahwa berita harga cabai telah menembus angka Rp 200.000 per kilogram hanyalah berita ‘hoax’ atau berita bohong. Ketika orang sedang demam terkena penyakit media sosial bernama ‘hoax’, dan pemerintah juga sedang mempersiapkan aturan penangkalnya, harga cabai sekilogram yang setara dengan setengah kilogram emas rasanya memang berita bohong dan ngawur.

 

Tapi  yang mengejutkan, ternyata berita itu benar, bukan rekayasa atau fitnah. Faktanya, di sejumlah daerah harga cabai memang telah menembus angka itu, dan yang pasti hal ini membuat para pecinta cabai dan masakan pedas kelimpungan.

 

Pertanyaannya, mengapa harga yang demikian mahal bisa terjadi? Bagaimana mungkin di negeri yang subur ini harga sebiji cabai bisa lebih mahal dibandingkan sepotong tahu? Kalau biasanya orang makan sepotong tahun dengan 5 sampai 10 biji cabai, sekarang terpaksa 5 potong tahu dimakan dengan sebiji cabai.

 

Bagaimana dengan para pedagang warung padang yang hampir semua menunya berwarna merah dan pedas? Bagaimana dengan para pedagang rujak buah, rujak cingur, asinan, warung tegal, warung ‘penyetan’ dan pedagang lain yang tidak bisa meninggalkan menu berbahan baku cabai?

 

Pemerintah memang telah menjadikan cuaca dan hujan sebagai ‘terdakwa’ dalam kasus melonjaknya harga cabai kali ini. Para pedagang makanan dan warung juga sudah bisa bersiasat dengan mengurangi tingkat kepedasan masakannya. Para ibu rumah tanggga juga sudah bisa ‘menyadarkan’ semua anggota keluarga untuk berpuasa sementara tidak makan pedas.

 

Namun yang jadi masalah, mengapa hal ini selalu terjadi? Kalau cuaca menjadi penyebabnya, bukankah kondisi hujan panjang seperti sekarang ini juga sudah sering terjadi? Apakah permasalahan ini bisa selesai dan tidak terulang lagi hanya dengan menemukan ‘terdakwanya’?

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162