Loading...

Bukti Serap Kedelai 2016

17:15 WIB | Monday, 25-January-2016 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Penanaman kedelai masih belum memberikan keuntungan yang layak buat petani. Namun harapan untuk bisa swasembada kedelai tetap terbuka. Syaratnya, ada jaminan produksi kedelai petani dibeli dengan harga yang layak. Ada tanda yang kuat dari pemerintah untuk bisa memenuhi syarat tersebut pada tahun 2016. Dalam rapat koordinasi penyediaan kedelai di Kemenko Perekonomian awal tahun ini telah ditetapkan importir kedelai wajib menyerap kedelai produksi petani sejumlah yang diimpor.

 

Hanya saja untuk menyusun aturan tentang bukti serap (busep) kedelai,  Kementerian Pertanian masih menunggu surat tertulis dari Kemenko Perekonomian tentang hasil keputusan rakor tersebut. Dengan pemberlakuan busep kedelai, target menurunkan impor kedelai sekitar 300 ribu ton tahun ini diperkirakan bisa dicapai.

 

Kebutuhan kedelai Indonesia sekitar 2,2 juta ton biji kering setiap tahunnya. Kemampuan produksi kedelai dalam negeri tahun lalu sekitar 982.967 ton biji kering, sisanya masih harus diimpor. Bila bukti serap kedelai bisa diterapkan pada tahun 2016, ditambah upaya Kementan untuk meningkatkan produksi kedelai tahun ini, produksi kedelai nasional bisa meningkat antara 300 – 500 ribu ton dibanding tahun 2015.

 

Kementerian Pertanian mentargetkan produksi kedelai tahun 2016  sebesar 1,5 juta ton, dari luas tanam 1 juta ha, luas panen 953.200 ha dan produktivitas 17,74 kuintal per ha. Untuk mencapai target produksi kedelai nasional tersebut, Kementan melakukan program intensifikasi seluas 616 ribu ha melalui kegiatan penerapan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai dan budidaya kedelai jenuh air. Juga melakukan kegiatan ekstensifikasi seluas 384 ribu ha dalam rangka perluasan areal tanam kedelai melalui peningkatan indeks pertanaman pada lahan sawah, lahan kering maupun lahan baru. Berbarengan dengan itu, juga dilakukan pembinaan, pengawalan dan pendampingan kepada para petani kedelai.

 

Pemerintahan Joko Widodo melalui Kementerian Pertanian mulai tahun 2015 memang tengah melakukan upaya percepatan pencapaian swasembada kedelai. Diharapkan pada tahun 2017, swasembada kedelai sudah bisa dicapai. Strategi yang dilakukan adalah menerapkan upaya terpadu dari mulai sub-sistem hulu pengelolaan sumberdaya dan sarana produksi, on-farm pengelolaan budidaya dan sub-sistem hilir pengelolaan pasca panen, pengolahan serta pemasaran hasil.

 

Kita berharap berbagai bantuan sarana produksi yang disiapkan pemerintah untuk petani bisa berjalan efektif, meringankan biaya produksi petani kedelai. Bila bantuan sarana produksi ini diterima dengan baik oleh petani, maka petani kedelai akan mendapatkan keuntungan yang memadai. Apalagi bila Busep Kedelai yang sudah disetujui dalam rakor di Kemenko Perekonomian bisa dijalankan, maka usaha tani kedelai akan berkembang menjadi usaha yang menguntungkan buat petani. Daya tarik keuntungan inilah yang bisa mengajak petani lain untuk menanam kedelai dan terus membudidayakannya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162