Loading...

Bulan Bakti Karantina, Kementan Geber Ekspor Produk Pertanian

05:28 WIB | Friday, 08-June-2018 | Karantina | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Karantina Pertanian ikut geber ekspor perikanan dengan kemudahan pelayanan publik

 

Gerakan Bersama (Geber) Ekspor Produk Pertanian Indonesia menjadi tema perayaan Bulan Bakti Karantina Pertanian ke-141. Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Banun Harpini membuka kegiatan Bulan Bulan Bakti Karantina dengan sekaligus meluncurkan Geber Ekspor Produk #PetaniKita, Tangerang, Kamis (7/6).

 

"Program Geber ini untuk memperteguh dan membangkitkan semangat para petani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan eksportir yang merupakan pahlawan devisa untuk terus memacu meningkatkan daya saing produknya agar Kita lebih bisa bermain di pasar global," pungkasnya.

 

Untuk diketahui, Barantan telah meluncurkan empat produk layanan publik sebagai upaya geber ekspor terhadap produk-produk petani Indonesia. Layanan publik tersebut adalah sistem inline inspection, protokol karantina, sertifikat elektronik dan sistem IQFAST.

 

Inline inspection adalah upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memenuhi persyaratan phytosanitary negara tujuan ekspor melalui pendampingan dari mulai hulu hingga hilir, seperti pemenuhan Good Agricultural Practice dan Good Handling Practice di tingkat petani.

 

Sedangkan protokol karantina adalah upaya Barantan dalam memperjuangkan agar produk-produk pertanian Indonesia dapat diterima masuk ke negara tujuan dengan persyaratan yang telah disepakati. Hal ini dilakukan kebeberapa tujuan ekspor, antara lain Tiongkok, Australia, Selandia Baru, Ukraina, Timor Leste.

 

Beberapa negara juga sudah bekerjasama terkait pengiriman sertifikat electronik karantina. Upaya ini dilakukan agar proses ekspor berjalan cepat, paperless dan mudah. Inovasi terbaru yakni IQFAST yang merupakan sistem pelayanan permohonan pun telah diluncurkan Barantan. Sistem ini dapat menampung kebutuhan pengguna jasa berupa waktu layanan yang cepat dan transparansi biaya serta kebutuhan internal untuk pengawasan.

 

Geber ekspor produk pertanian juga dilakukan di 24 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Barantan. Yakni di  Entikong, Padang, Cilacap, Palembang, Medan, Aceh, Pekanbaru, Belawan, Pangkalpinang, Surabaya, Tajung Balai Asahan, Jambi, Manado, Tanjungpinang, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Parepare, Sumbawa, Karimun, Semarang dan Makassar.  (TIA)

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162