Loading...

Bulog Buka Tender Impor Beras

00:08 WIB | Wednesday, 17-January-2018 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Setelah sempat diberikan ke PT. PPI untuk impor beras, pemerintah akhir menunjuk Perum Bulog sebagai importir bahan pangan pokok masyarakat Indonesia itu sebanyak 500 ribu ton. Sebagai tindak lanjutnya, perusahaan pelat merah tersebut telah membuka pendaftaran tender  impor beras.

 

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, sejak pemerintah menunjukan Bulog untuk mengimpor beras, pihaknya melakukan percepatan administrasi. Misalnya, mengajukan surat ijin impor. “Setelah memperoleh ijin, kami upload ke website untuk mengundang siapanpun untuk ikut tender,” katanya di sela-sela Media Gathering Forum Wartawan Bulog di Cirebon, Selasa (16/1).

 

Meski Bulog sudah membuka pendafatarn untuk mengikuti tender sebagai pemasok beras, Djarot mengatakan, pihaknya juga menetapkan persyaratan peserta. Salah satu syarat utamanya adalah perusahaan tersebut harus menjadi anggota asosiasi eksportir atau pedagang beras di negara produsen.

 

“Saya ingin menghindari orang atau kelompok orang yang merasa bisa ekspor, tapi tidak cukup barang untuk memasok beras. Kita juga mencegah kemungkinan kebocoran dari perusahaan yang tidak layak bisa ikut lelang,” tuturnya.

 

Djarot mengakui, waktu untuk proses pelaksanaan tender sangat singkat. Bahkan untuk pendafaran peserta, Rabu atau Kamis (17-18/1) sudah akan ditutup. Setelah itu dalam waktu 3-4 hari selanjutnya akan dilakukan seleksi dan proses negosiasi.

 

Jika sudah ketemu dan ada kesepakatan, Djarot mengatakan, dalam jangka waktu lima hari pihaknya akan membuka L/C. Diharapkan, beras impor akan masuk sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

 

“Hitungan kami, untuk loading barang perlu waktu 2-3 hari, sampai pelabuhan Indonesia sekitar 7 hari. Jadi waktu kita memang sangat pendek untuk mengejar beras impor masuk sebelum panen raya,” kata Djarot.

 

Sesuai ijin Menteri Perdagangan, Bulog diberikan kesempatan mengimpor beras dari Thailand, Vietnam, Myanmar, India, dan Kamboja. Beras impor tersebut nantinya dikirim ke pelabuhan non sentra beras. Misalnya, Aceh, Batam, Medan, Jakarta dan NTT. “Dengan masuk ke pelabuhan yang bukan sentra padi, kami harapkan tidak menekan harga gabah di petani,” ujarnya.

 

Djarot menjelaskan, berdasarkan hasil rakortas Bulog mendapat beberapa tugas. Pertama, mengimpor beras impor umum untuk masyarakat. Kedua, jumlah beras impor setingg-tingginya 500 ribu ton. Ketiga, jangka waktu impor sampai akhir Februari. Keempat, untuk impor Bulog harus menggunakan dana sendiri. Kelima, beras hanya untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

 

“Bulog harus laksanakan dengan transparan, baik dan benar, serta sesuai aturan yang ada. Itu sepenuhnya tanggung jawab saya. Siapa saja bisa ikut lelang, sepanjang perusahaan tersebut memang memenuhi persyaratan,” tuturnya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162