Loading...

Buruh Tani yang Semakin Mahal

19:39 WIB | Tuesday, 21-April-2015 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data terbaru yang menunjukkan upah nominal ha­rian buruh tani secara nasional semakin mahal, namun kesejahteraan mereka malah menurun karena terhimpit oleh perekonomian desa yang semakin mahal akibat inflasi yang tinggi.

 

Data BPS pada Maret 2015 menunjukkan rata-rata upah buruh tani se­besar Rp 46.180 per hari. Upah tersebut lebih tinggi daripada upah nominal harian Februari 2015 yaitu Rp 46.059 per hari atau naik 0,26 persen.  Namun, buruh tani tidak dapat mendapatkan nilai tambah dari kenaikan upah tersebut karena tingkat inflasi yang relatif tinggi di pedesaan dan menyebabkan daya beli mereka terhadap barang-barang konsumsi turun.  Inflasi di pedesaan pada Maret 2015 sebesar 0,48 persen atau lebih tinggi daripada inflasi di perkotaan, yaitu 0,17 persen. Sementara itu, upah buruh petani meningkat hanya 0,26 persen, sedangkan inflasinya 0,48 persen sehingga daya beli mereka turun.

 

Terjadi anomali yang seharusnya inflasi di pedesaan lebih rendah ketimbang di perkotaan diduga karena faktor biaya transportasi, hambatan logistik dan infrastruktur. Pemerintah harus memberikan perhatian yang lebih, agar inflasi di perdesaan atau perekonomian pedesaan tidak membebani kehidupan buruh tani juga para petani.

 

Lebih mengkhawatirkan lagi karena ketimpangan yang kian lebar di pedesaan tersebut terjadi pada saat  semakin menyempitnya luas lahan pertanian dan kepemilikan lahan oleh para petani. Usaha tani yang tidak lagi ekonomis di pedesaan ditambah beban biaya yang kian meningkat.

 

Melihat kondisi tersebut sudah seharusnya pemerintah melakukan upaya darurat di antaranya dengan memindahkan buruh tani dan petani miskin berlahan sempit ke wilayah lain yang lahannya masih luas, misalnya melalui program transmigrasi.

 

 Program Kabinet Kerja yang akan mentargetkan bisa melaksanakan  4 juta transmigran hingga 2019, hendaknya lebih mengutamakan memindahkan buruh tani dan petani miskin. Mereka sudah punya keterampilan bertani sehingga bisa mengembangkan pertanian dan perekonomian pedesaan di tempat barunya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162