Loading...

Cegah Penimbunan, Distributor Pangan Wajib Lapor Stok

16:17 WIB | Monday, 27-March-2017 | Pangan, Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Pemerintah akan menerapkan peraturan wajib lapor stok untuk distributor pangan. Dengan kebijakan ini diharapkan tidak ada lagi pelaku usaha yang menimbun barang, sehingga harga komoditas pangan naik.

 

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, dirinya dalam waktu dekat akan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan mengenai Wajib Lapor Distributor Bahan Pokok.

 

“Dengan Permendag ini para spekulan tidak dapat bergerak bebas. Jadi nanti distributor pangan wajib melaporkan stok yang ada di gudang, sehingga tidak terjadi disparitas harga pangan,” kata Enggar saat Konferensi Pers Mengenai Stok Pangan Pokok Menjelang Bulan Ramadhan dan Lebaran dengan Mendag, Senin (27/3).

 

Dalam pengawasannya, ungkap Enggar, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan yang ada disetiap provinsi. Misalnya, dalam distribusi minyak goreng curah. Berdasarkan data, jumlah stok minyak goreng curah di gudang ada 1 juta ton.

 

Nanti setiap provinsi harus melaporkan stoknya ada berapa. Dengan demikian, dapat diketahui daerah mana saja yang kurang. Kemudian daerah tersebut akan disalurkan monyak goreng curah dari stok yang 1 juta ton. "Jadi nanti kita langsung bertindak agar nanti spekulan tidak bisa bermain di daerah yang kekurangan tersebut," katanya

 

Stok Pangan Aman

 

Sementara itu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menjamin menjelang memasuki bulan suci Ramadhan serta Lebaran stok pangan akan aman dan harga tidak bergejolak sampai Lebaran. Seperti diketahui pangan pokok yang kerap pasokannya langka, sehingga membuat harganya melonjak adalah beras, bawang merah dan putih, daging sapi/kerbau, dan aneka cabai.

 

Stok beras saat ini mencapai 1,8 juta ton, bawang merah 2 ribu ton, bawang putih 1.000 ton, dan daging sapi/kerbau 40 ribu ton. "Stok beras aman sampai 8 bulan ke depan serta daging sapi/kerbau dan bawang sampai Lebaran. Bahkan akan datang daging sapi/kerbau 50 ribu ton," kata Amran

 

Amran mengatakan, untuk bawang merah akan dipasok dari dalam negeri, yakni Brebes, Bima, Nganjuk, dan Solok. Komoditas tersebut nantinya akan disimpan di gudang Bulog yang telah menyiapkan kapasitas sebesar 2 ribu ton.

 

Mengenai aneka cabai, Amran juga menegaskan, stoknya berlebih karena mulai banyak daerah yang panen. Apalagi program Gerakan Tanam Cabai mulai menghasilkan. "Agar harga cabai tidak anjlok, nanti akan dibuat tim serap cabai. Bulog nanti yang akan menyerapnya," katanya.. Cla

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162