Loading...

Cegah Wereng, BPTPH Jambi Kembangkan Refugia

10:02 WIB | Tuesday, 08-August-2017 | Nusantara | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Ada beragam cara untuk mengendalikan hama penyakit tanaman padi. Baik dengan menyemprotkan pestisida maupun pengendalian secara alami seperti menanam refugia. Seperti dilakukan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), Jambi.

 

Kepala BPTPH Jambi, Mahalya Anidar mengungkapkan, salah satu tindakan preemtif yang sangat dianjurkan yaitu penanaman tanaman refugia. Tanaman tersebut sebagai tempat hidup musuh alami untuk mengendalikan telur atau nimfa wereng tersebut.

 

“Refugia merupakan suatu area yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid,” katanya.

 

Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia adalah bunga matahari, kenikir dan bunga kertas (zinnia). Ketiga tanaman ini mempunyai bunga yang mencolok dan mempunyai warna yang diminati serangga musuh alami.

 

Tanaman lain yang dapat dimasukan dalam golongan refugia adalah tanaman jengger ayam, tapak doro, tanaman kacang panjang dan bayam. Bunga tanaman tersebut akan mengeluarkan nectar yang baunya akan menarik serangga musuh alami maupun serangga hama.

 

“Penanaman refugia di beberapa lokasi sudah diterapkan, walaupun belum menyeluruh. Kami juga sangat menganjurkan kepada petani untuk menerapkan pola tanam serentak agar dapat memutuskan siklus hama ini,” katanya.

 

Untuk mengenalkan cara alami pengendalian hama tanaman padi ini, Mahalya menyampaikan,  pihaknya bersama petugas POPT sudah melakukan sosialisasi. Bahkan telah ada gerakan pengendalaian preemtif. Selain menanam refugia, pola tanam serentak juga dilakukan di beberapa lokasi, terutama pada lahan irigasi.

 

Kondisi lahan sawah di Jambi ada tiga jenis yaitu lahan irigasi, lahan tadah hujan dan lahan pasang surut atau rawa. Indeks Pertanaman (IP), di daerah irigasi 200-300, di lahan tadah hujan IP 100, sedangkan di lahan pasang surut 100-200. Luas sawah di Jambi 136.400 ha dengan sasaran produktivitas 4,6 ton/ha. Produksinya sebanyak 839.354 ton.

 

Data dari petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) hingga Juni 2017, luas serangan hama penyakit dengan status ringan 186,15 ha, sedang 5,6 ha, berat 0,2 ha dan puso 0,35 ha. Serangan hama tersebar di Kabupaten Tebo, Sarolangun, Bungo dan Tanjung Jabung Barat. Tia/Yul

 

 

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162