Loading...

Cetak Sawah, Prioritas Program Luas Tambah Tanam

10:00 WIB | Thursday, 24-August-2017 | Komoditi, Pangan | Penulis : Clara Agustin

Lahan merupakan sumber daya yang sangat penting dalam dunia pertanian. Karena itu, konversi lahan pertanian ke non pertanian menjadi persoalan krusial. Untuk mencegah makin berkurangnya lahan pertanian, pemerintah mendorong cetak sawah.

 

Bila konversi lahan produktif ini tidak diatasi, diperkirakan pada 40-50 tahun yang akan datang, luas sawah akan habis menjadi kawasan non pertanian. Dengan laju konversi 100 ribu ha/tahun, setidaknya pemerintah harus mampu mencetak setidaknya 300 ribu ha per tahun.

 

Untuk mencapai swasembada sebesar 80 juta ton GKG (Gabah Kering Giling), diperlukan lahan seluas 8,89 juta ha. Sementara, berdasarkan data hasil audit lahan Kementerian Pertanian tahun 2012 di tambah hasil cetak sawah baru dari tahun 2013-2016 baru mencapai 8,365 juta ha dengan produktivitas mencapai 5 ton/ha.

 

Cetak sawah merupakan, salah satu program dalam mencapai swasembada pangan. Melalui program cetak sawah baru, sejumlah lahan yang terlantar dan lahan tidur dapat didayagunakan sehingga mendukung penyediaan pangan oleh pemerintah.

 

Keuntungan yang bisa diperoleh dari program cetak sawah ini adalah meningkatkan rasio pemanfaatan tanah, mengurangi jumlah lahan terlantar, menambah luas areal tambah tanam, meningkatkan produksi padi secara nasional, dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

 

“Cetak sawah adalah langkah yang perlu dilaksanakan. Strategis untuk kebutuhan penyediaan pangan jangka panjang, dan menawarkan solusi kemandirian dan keswadayaan dalam hal pangan. Semua itu menjadi dasar pokok bagi kemandirian bangsa jauh ke depan,” kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana.

 

Lahan yang dicetak menjadi sawah berasal dari berbagai latar belakang, yaitu areal milik pribadi masyarakat, lahan milik perhutani, milik negara atau milik pemda. Jika lahan tersebut milik negara, menurut Dadih, maka ada ketentuan khusus pemanfaatannya dan pengalihan haknya kepada masyarakat. Namun jika milik sendiri, maka anggaran cetak sawah bisa berasal dari pemerintah, tapi juga bisa berasal dari dana petani sendiri.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162