Loading...

Dampak Pilkada pada Ketahanan Pangan Daerah

11:07 WIB | Tuesday, 03-January-2017 | Agri Wacana, Agri Wacana | Penulis : Kontributor

Oleh: Eddy Suntoro

 

Pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak di 101 daerah (7 provinsi, 76 kabupaten dan 18 kotamadya) untuk memilih gubernur, bupati dan walikota. Saat ini rangkaian kegiatan pilkada memasuki masa kampanye sampai bulan Februari 2017. Apa dampak pilkada bagi ketahanan pangan di sejumlah wilayah?

 

Ketahanan Pangan merupakan salah satu pondasi kokohnya ketahanan nasional. Ketahanan pangan yang rapuh tidak saja akan menyebabkan timbulnya kerawanan pangan, tetapi juga dapat menimbulkan kerawanan sosial yang jika tidak diatasi dengan baik bisa berimplikasi negatif terhadap sendi-sendi pembangunan lainnya.

 

Mengingat pentingnya masalah pangan, ketersediaan pangan yang cukup sesuai kebutuhan, dengan harga terjangkau daya beli masyarakat, sangat penting diperhatikan pemerintah dan pemangku kepentingan lain di bidang pangan.

 

Dengan terpenuhinya pangan penduduk, masyarakat akan merasa nyaman, aman dan tentram dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kondisi yang kondusif ini tentu merupakan modal dasar bagi pemerintah baik di pusat maupun daerah dalam melaksanakan pembangunan.

 

Saat ini rangkaian kegiatan pilkada memasuki masa kampanye sampai bulan Februari 2017, yang dilanjutkan masa tenang dan pemungutan suara (15 Februari 2017), kemudian rekapitulasi sampai penetapan calon terpilih tanpa sengketa.

 

Jika pilkada di suatu daerah dilakukan dua putaran, proses pilkada di daerah tersebut akan semakin panjang waktunya, karena pemungutan suara dan perhitungan suara putaran kedua rencananya akan dilaksanakan pada 19 April 2017 dan penetapan calon terpilih tanpa sengketa pada tanggal 5-6 Mei 2017 sebagaimana jadwal yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162