Loading...

Dari Kakao Sampai Sarang Burung Walet, Siap Diekspor Tahun ini

06:01 WIB | Friday, 08-June-2018 | Karantina | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini geber ekspor pertanian lewat kemudahan karantina

Indonesia kini tengah getolnya melakukan ekspor beragam komoditi pertanian strategis untuk pasar Internasional. Tercatat, dari kakao sampai sarang burung walet sudah siap diekspor di tahun ini. Tentunya setelah mendapatkan ijin pengeluaran dari Badan Karantina Pertanian (Barantan).

 

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa nilai ekspor pertanian pada 2017 sebesar 33,1 miliar dollar, naik 24% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar 26,7 miliar dollar. Sebaliknya impornya semakin menurun, sehingga diperoleh surplus 15,9 miliar dollar atau naik 48,8% dibandingkan 2016 yang hanya surplus 10,9 miliar dollar.

 

Beberapa negara tujuan ekspor dengan frekuensi tinggi adalah Cina, Amerika Serikat, Jepang, Pakista dan India. Ke-5 negara ini sebagai negara tujuan ekspor pada 2017 dan semester 1 tahun 2018.

 

Hal tersebut menunjukkan adanya geliat ekspor produk pertanian yang harus bersama-sama didorong. Salah satunya melalui pelayanan publik terkait ijin pengeluaran (ekspor) dari Barantan.

 

Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) meluncurkan program Gerakan Bersama (Geber) Ekspor Produk #PetaniKita. Program ini bertujuan untuk menggenjot dan mengakselerasi berbagai produk pertanian Indonesia agar dapat berdaya saing ekspor.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini pada peluncuran program tersebut di acara Pembukaan Bulan Bakti Karantina Pertanian ke-141, Tangerang, Kamis (7/6). “Kita mengajak publik untuk menjaga kekayaan sumberdaya pertanian Kita dan juga mendorong agar produk yang dihasikan petani berdaya saing dan memberikan nilai lebih bagi mereka," tukasnya.

 

Geber ekspor produk pertanian dilakukan di 24 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Barantan. Yakni di Entikong, Padang, Cilacap, Palembang, Medan, Aceh, Pekanbaru, Belawan, Pangkalpinang, Surabaya, Tajung Balai Asahan, Jambi, Manado, Tanjungpinang, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Parepare, Sumbawa, Karimun, Semarang dan Makassar. Dengan komoditas diantaranya 100 ton cacao liquer tujuan Amerika, 50 ton sayur-mayur ke Jepang, 6,1 ton gula organik ke Rumania, 297 ton kelapa tujuan Tiongkok, 750 babi potong tujuan Singapura dan 145 kg sarang burung walet tujuan Tiongkok.

 

Sementara itu, geber ekspor produk pertanian yang langsung dikirim dari Bandara Soekarno Hatta pada acara pembukaan Bulan Bakti Karantina ke-141, diantaranya gaharu 308 kg, mangga 803 kg dan salak 153 kg, cengkeh 100 gr, lada biji 100 gr, kayu manis 100 gr tujuan Saudi Arabia

 

Selain itu ada anthurium 37.774 batang, gerbera 3.234 batang, lomandra 585.354 box, philodendron 146.696 boks, sygonium 11.550 boks dan tanaman hias lain 891.600 batang tujuan Australia. Ada pula benih tomat 1,65 kg tujuan India, jeruk limau 155 kg tujuan Ceko, reptil 500 ekor tujuan Hongkong dan Amerika, juga sarang burung walet tujuan Thailand dan Tiongkok sebanyak 300 kg dan 87 kg. (TIA)

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162