Loading...

Dari Kebun Percobaan Kopi Gayo Mendunia

11:08 WIB | Tuesday, 08-September-2015 | Klinik Teknologi, Teknologi | Penulis : Kontributor

Untuk mendalami seluk-beluk kopi Gayo, maka Kebun Percobaan (KP) Gayo tempatnya. Di sini ada Bardi Ali, SPt selaku Kepala KP dan Ir. Khalid yang cukup lama bergelut dengan kopi  Gayo siap berbagi pengetahuan seputar pengembangan kopi tersebut.

 

Dari dua nara sumber itu diketahui bahwa KP Gayo berawal dari proyek IDAP (1978-1986) yaitu kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Belanda.  Dengan berakhirnya proyek IDAP, pada tahun 1986 kegiatan ini dilanjutkan oleh proyek PPW-LTA-77.  Disamping kegiatan pengolahan kopi, proyek ini juga membentuk unit penyuluhan dan unit agronomi yang mengemban missi sosial dalam pengembangan kopi rakyat di Aceh Tengah pada waktu itu.

 

Lalu pada tahun 1987 unit agronomi dan penyuluhan berubah nama menjadi Agro Research yang bertugas melakukan penelitian dan pengambangan kopi Arabika di dataran tinggi Gayo.

 

Perubahan pun terus berlanjut, nama Agro Research berubah nama lagi menjadi Balai Penelitian Kopi (BPK) Gayo yang saat itu diresmikan oleh Menteri Muda Pertanian Prof. Dr. Syarifudin Baharsyah pada tanggal 3 Maret 1992. Kemudian, pada tahun 1995 seluruh asset Balai Penelitian Kopi (BPK) Gayo untuk dikelola oleh Kementerian  Pertanian Republik Indonesia dengan nama Kebun Percobaan Gayo di bawah BPTP Aceh, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

 

Status Kebun

 

Penggunaan kebun terutama adalah untuk perawatan dan pemeliharaan plasma nutfah/ Sumber Daya Genetik (SDG)  varietas kopi Arabika maupun klon-klon lamtoro sebagai naungan kopi. Plasma nutfah/Sumber Daya Genetik  kopi yang ada saat ini suatu saat diharapkan sebagai sumber benih (Seed Bank) dalam pengembangan kopi di dataran tinggi Gayo, terutama varitas yang mempunyai potensi produksi dan mutu.

 

Untuk melakukan pembinaan terhadap kopi Gayo Organik, KP ini juga menyiapkan tenaga-tenaga terampil yang siap mendampingi petani dan stakeholder kopi Gayo dalam penerapan teknologi.

 

Ir. Khalid yang pernah menjadi kepala KP Gayo juga menambahkan, KP juga melakukan  pembinaan terhadap  koperasi di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Koperasi-koperasi ini telah memiliki sertifikat Organik Fair Trade.  KP Gayo yang dikenal eks proyek  pengembangan kopi rakyat, hingga kini menjadi referensi teknologi kopi Gayo dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Daerah.

 

Bentuk pembinaan yang diberikan misalnya mendesiminasi varietas Gayo 1 dan Gayo 2. Hasilnya, sekarang dua varietas ini sedang trend di Gayo. “Leading sektornya adalah BPTP Aceh. Alhamdulilah seluruh Aceh sudah pakai dua varietas tersebut, ini artinya teknologi kita sudah diadopsi,” ujar Khalid menambahkan.

 

Aspek pembinaan tekologi lain yang sangat diperlukan adalah pemeliharaan tanaman, pengendalian hama penyakit dan pascapanen. Khalid bercerita bahwa, ‘trade mark’ kopi Gayo itu adalah kopi Arabika organik. Dunia sangat mengenal keistimewaan kopi ini. Namun demikian, ada juga petani yang berstatus petani organik, tetapi dalam prakteknya tidak menerapkan teknologi organik. “Masih ada petani yang pakai pupuk kimia, sehingga dikhawatirkan akan mampu melunturkan nama organik itu” katanya.

 

Di samping itu, ada dua masalah utama kopi di Gayo yakni pada  on farm produktivitas relatif rendah, rata-rata hanya 800 kg per ha per tahun dan pada off farm cita rasa tidak konsisten.

 

Penyebabnya rendahnya produktivitas antara lain kualitas lahan (tanah dan iklim), bahan tanam (varietas) beragam dan umur tanaman sudah tua, serta tenaga terampil soal pemangkasan masih kurang. Pohon naungan berupa lamtoro juga  sudah banyak yang terserang kutu loncat, akibatnya banyak kebun petani yang tidak memiliki lagi naungan. Hal ini bisa berakibat rendahnya mutu dan produksi kopi.Dia juga menjelaskan, pengendalian OPT kurang diperhatikan misalnya Penggerek Buah Kopi (PBKo). Lis

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162