Loading...

Daulat Rakyat

20:30 WIB | Monday, 06-October-2014 | Agri Wacana, Kolom | Penulis : Kontributor

Daulat rakyat yang menjadi salah satu anak kandung reformasi akhirnya tercerabut dari tangan rakyat. Melalui pertarungan para elite politik hak rakyat untuk memilih pemimpin di daerah ‘disita’ oleh anggota DPR. Tidak salah bila ada yang menilai kedaulatan pada akhirnya akan dikantongi para elite partai, yang ironisnya mereka justru hanya menjadi hamba dari pemimpin partainya. Bisa dipastikan hak rakyat akan tersingkir oleh syahwat kekuasaan para pemimpin partai.

 

Para petani tentu akan menjadi salah satu korban dari perubahan politik yang terjadi. Kalau selama ini kita bisa berharap akan muncul pemimpin di daerah yang berasal dari petani maka jangan harap nantinya hal itu bisa terjadi. Pemimpin daerah akan lahir dari lingkaran terdekat elite partai, yang pada umumnya berjarak dengan petani. Tidak akan ada lagi sosok petani sukses yang bisa mencalonkan diri menjadi pemimpin di daerah melalui jalur independen karena jalur itu sudah dikunci oleh elite partai.

 

Tetapi biarkan saja proses politik itu terus bergulir. Pada akhirnya nanti akan muncul titik keseimbangan baru, yang bisa dipastikan akan selalu berpijak dan berpihak pada substansi kebenaran. Kalau makna demokrasi sejatinya ada di daulat rakyat maka pada akhirnya nanti daulat rakyat akan lahir kembali. Oleh karena itu, para petani tidak usah sewot dan gusar. Biarkan untuk sementara mereka berkuasa dan biarkan untuk sementara daulat rakyat tidur nyenyak di hati seluruh rakyat di negeri ini.

 

Yang harus kita lakukan sekarang ini adalah membuat kita (para petani) semakin berdaya agar kita bisa berdaulat atas diri kita sendiri. Bukankah sudah terbukti, siapa pun pemimpinnya para petani selalu menjadi pejuang terdepan untuk menyediakan pangan bagi seluruh rakyat. Juga sudah terbukti, siapa pun pemimpinnya, petani akan selalu menjadi kekuatan politik yang harus diperhitungkan karena sesungguhnya petani adalah penghuni terbesar negeri ini. Artinya, kalau petani berdaya sesungguhnya bisa menjadi kekuatan politik luar biasa di negeri ini.    

 

Keberdayaan itu tentu salah satunya bisa diukur dari kekuatan dan kemampuan dari aspek ekonomi. Fakta memang menunjukkan masih banyak petani yang miskin dan lemah tidak berdaya. Oleh karena itu, keberdayaan itu harus dicapai secara kolektif dengan memberdayakan lembaga ekonomi yang mewadahi kegiatan petani. Sudah saatnya kelompok tani, koperasi tani, bank tani atau lembaga lainnya bergerak lebih aktif dan cepat untuk mewujudkan petani yang lebih berdaya. Kita wujudkan daulat petani untuk melawan daulat elite partai. (Catatan: Kita berharap Perpu yang ditandatangani Presiden SBY bisa mengembalikan daulat rakyat).

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162