Loading...

DEKALB 1JutaPetani, Rangkul Petani Tanam Jagung Produksi Tinggi

11:05 WIB | Monday, 13-November-2017 | Pangan, Komoditi | Penulis : Kontributor

Herry Kristanto (kiri) dan Ganesh Pamugar (kanan)

Hal yang wajar apabila perusahaan benih gencar melakukan penetrasi langsung ke pasar. Namun, tak semua perusahaan benih menempuh cara tersebut. Justru yang dilakukan perusahaan benih multinasional ini sepanjang tahun 2017 tak sekedar berjualan benih jagung hibrida ke petani. Monsanto, melalui DEKALB Learning Center (DKLC) mengajak dan membantu petani tanam jagung dengan produksi tinggi.

 

Monsanto sepan­jang tahun 2017 hingga 2018 mendatang, tetap berkomitmen mem­beri pembelajaran dan penge­­tahuan teknologi cara tanam, pemupukan, penyiangan gulma, dan pasca panen yang baik, serta pelatihan terkait agronomis kepada petani. Presiden Direktur Monsanto Indonesia, Ganesh Pamugar Satyagraha menga­takan, Monsanto pada tahun 2018 menurut rencana tidak seagresif seperti tahun sebelumnya untuk meluncurkan benih baru.

 

“Meskipun begitu, kita terus melakukan riset dan pengem­bangan benih-benih baru dan bio­teknologi, tapi belum di­launching pada tahun 2018,” kata Ganesh di kantornya, belum lama ini.

 

Monsanto tetap mendukung  program swasembada jagung. Melalui dua produk benih andalan nya, DK771 dan DK959 yang juga relatif masih baru, tentunya masih perlu diperkenalkan lebih mendalam lagi ke petani.

 

Program #DEKALB1JutaPetani diwujudkan dalam DEKALB Learning Center yang dilakukan sepanjang 2017 cukup efektif untuk membantu petani meningkatkan produksi jagung. Pelatihan yang dilakukan di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) di lima tempat sangat diapresiasi sejumlah petani. Dalam setiap pelatihan sebanyak 1.500-2.000 petani yang diundang.

 

Setelah melihat langsung dan mengetahui teknologi budi­daya jagung yang baik, minat petani meningkat untuk menanam jagung, bahkan mereka  melakukan “getok tular” ke petani lainnya.

 

Keberhasilan program ini ditandai dengan peningkatan penjualan benih jagung yang cukup signifikan, pada tahun 2017 mencapai 5.000 ton. Jumlah pen­jualan benih jagung ini mening­kat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2016 sebesar 3.600 ton.

 

“Pada tahun 2017 kami masih fokus mengembangkan pasar benih jagung ke Jateng, Jatim, NTB, Lampung, Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Ganesh.

 

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Engagement Lead, Herry Kristanto mengatakan hal senada. Menurutnya, Monsanto akan terus mengembangkan pasar ke luar Jawa. Diantaranya, Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kali­mantan Selatan (Kalsel) dengan luasan sekitar 300 ribu Ha. Sedang­kan di Sulawesi Selatan (Sulsel) luasannya sekitar 200 ribu Ha.

 

“Distributor di wilayah Jateng, Kalbar dan Kalsel adalah PT Saprotan Benih Utama, dan distributor di wilayah  Sulsel dan Sumatera adalah PT Java Seed Indonesia. Sedangkan distributor di Jatim adalah PT Karisma Indoagro Universal,” ujar Herry.

 

Menurut Herry Kristanto, respon petani Kalbar dan Sulsel pun cukup bagus. Sebab, kondisi lahan dan agroklimat di dua tempat tersebut tak beda dengan di Jateng dan dan Jatim. “Sehingga, petani di Kalbar dan Sulsel juga banyak yang meminati varietas benih DK771 dan DK959,” ujar Herry.

 

Herry juga mengatakan, di Tanah Air ada sekitar 5 juta petani jagung. Namun, pihaknya sampai saat ini masih fokus untuk menyasar sampai 1 juta petani. Bahkan, untuk mencapai target 1 juta petani, Monsanto tetap berkomitmen mengembangkan program DEKALB  Learning Center (DKLC), dan diharapkan suatu saat bisa mengedukasi sampai 5 juta petani.

 

“Target pemerintah 4 juta ha luas lahan jagung. Dengan luasan lahan tersebut paling tidak di­perlukan benih sebanyak 60 ribu ton. Hal ini tentunya menjadi peluang dan kami tetap berharap pada tahun depan akan terjadi pe­ningkatan penjualan yang signi­fikan, karena peluangnya masih terbuka,” papar Herry.adv

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162