Loading...

Delapan Inventor Balitbang Pertanian Terima Royalti

15:47 WIB | Tuesday, 29-November-2016 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Julianto

Fot bersama penerima royalti dengan Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir dan Irjen Kementan, Justan Riduan Siahaan

Sejumlah peneliti dan perekayasa Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian menerima royalti. Pada tahun ini total nilai royalti Balitbang Pertanian mencapai Rp 3,14 miliar atau naik empat kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 794,02 juta.

 

Kepala Balitbang Pertanian, M. Syakir mengatakan, dari total nilai royalti tersebut, Balitbang Pertanian tahun ini akan menyerahkan imbalan royalti kepada delapan inventor paten dan dua pemulia dengan nilai sebesar Rp 583,83 juta. Nilai tersebut meningkat sembilan kali lipat dari tahun 2015 yang hanya Rp 63 juta.

 

“Ini menjadi catatan prestasi yang cukup membanggakan bagi Balitbang Pertanian. Royalti yang diberikan kepada inventor, kami harapkan dapat mendorong minat inventor lain untuk menghasilkan paten dan perlindungan varietas tanaman lebih banyak lagi,” kata Syakir usai penutupan Raker Badan Litbang Pertanian di Bogor, Selasa (29/11).

 

Syakir mengingatkan, pemberian royalti ini tujuan utama memang bukan untuk mendapat royalti. Namun, sebagai cerminan bahwa teknologi telah berhasil dipasarkan dan digunakan oleh masyarakat luas.

 

Hingga kini, Balitbang Pertanian telah menandatangani 165 perjanjian lisensi dengan mitra penerima lisensi. Dari jumlah tersebut 78 berupa paten, 56 perlindungan varietas tanaman (PVT) dn 31 rahasia dagang.

 

Pemberian royalti ini sesuai pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 72 Tahun 2015 tentang Imbalan yang berasal dari Penerimaa Negara Bukan Pajak Royalti Paten. Selain itu PMK No. 06 Tahun 2016 tentang Pedoman pemberian Imbalan yang berasal dari Royalti Hak Perlindungan Varietas Tanam (PVT). Dengan peraturan tersebut inventor yang menghasilkan paten dan hak PVT, serta telah dilisensi berhak mendapatkan royalti dari hasil penelitiannya.

 

Syakir mengatakan, sesuai PMK tersebut besaran royalti untuk inventor berkisar antara 10-40% tergantung besaran keseluruhan royalti yang diterima. Jika total royalti di bawah Rp 100 juta, maka besaran yang diterima peneliti sekitar 40%. Adapun untuk royalti yang nilainya lebih dari Rp 1 miliar, besaran royalti untuk peneliti maksimal 10%. “Untuk kali ini besar royalti yang diterima 10 inventor tersebut bervariasi antara Rp 2,1 juta hingga Rp 369 juta,” kata Syakir. Yul

 

Penerima Royalti

 

 

No

 

 

Inventor

 

 

Produk

 

 

Mitra

 

 

1

 

 

Dr. I Made Samudra dan tim

 

 

Feromon-Exi

 

 

 

 

CV. Nusa Agri

 

 

2

 

 

 

 

Suroso, SP dan Elsanti, SSi

 

 

 

 

 

  • Formula Pupuk Hayati tanaman padi

 

 

 

 

  • Pupuk Hayati tanaman kedelai

 

 

PT. Bio Industri Nusantara

 

PT. Petrosida Gresik

 

 

PT. Bio Industri Nusantara

 

 

3

 

 

Prof. Dr. Rasti Saraswati

 

 

Pupuk Mikroba Rhizo-Plus

 

 

PT. Hobson Inter Buana

 

 

4

 

 

Mardison, S.TP, M.Si dan tim

 

 

Mini Combine Harvester

 

 

CV. Adi Setya Utama Jaya, PT. Rutan, PT. Bukaka Teknik Utama, PT,. Sarandi Karya Nugraha, PT. Lambang Jaya

 

 

5

 

 

Dr. Abi Prabowo dan tim

 

 

Indo Jarwo Transplanter

 

 

CV. Adi Setya Utama, PT. Rutan, PT. Lambang Jaya, PT. Sainindo Kurnia Sejati

 

 

6

 

 

Prof. Dr. Sri Widowati dan tim

 

 

Beras Indeks Glikemik (IG) rendah

 

 

PT. Petrokimia Gresik

 

 

7

 

 

Kusman, SP

 

 

Kentang varietas Medians

 

 

Papandayan dan Cikuray Farm

 

 

8

 

 

Dr. I Made Jana Mejaya dan tim

 

 

Jagung hibrida Bima 3

 

 

PT. Golden Indonesia Seed

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162