Loading...

Delapan Provinsi Siap Pasok Daging ke Ibukota Negara

14:06 WIB | Tuesday, 03-April-2018 | Ternak, Komoditi | Penulis : Gesha

 

 

Tren kenaikan harga daging sapi saat Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri selalu tidak bisa terelakkan. Menyiasati agar harga tidak melonjak tinggi, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan telah mempersiapkan 8 provinsi untuk memasok daging sapi segar di Ibukota negara, DKI Jakarta.

 

Data Kementerian Perdagangan menyebutkan, dalam lima tahun terakhir (2013-2017) harga daging sapi selalu melonjak selama Ramadhan (Puasa) hingga Hari Raya Lebaran. Bahkan kenaikan tersebut membentuk keseimbangan harga baru selama 1 tahun.

 

Contohnya sejak Desember 2013 hingga Januari 2014 harga naik menjadi Rp 98.317/kg. Begitu seterusnya hingga ada keseimbangan baru pada Januari 2017 mencapai rata-rata harga Rp 114.430/kg.

 

Banyak faktor yang menjadikan harga tersebut merangkak naik, mulai dari demand (permintaan), kebutuhan dan produksi (stok daging) yang tersedia di pasar. “Karenanya, kita harus selalu menjaga agar stok selalu tetap tersedia agar tidak terjadi kelangkaan atau melonjak mendadak, terutama di Ibukota Jakarta,” ungkap Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Mulyadi Hendiawan.

 

Kementerian Pertanian melalui BKP telah melakukan pemetaan supply daging sapi ke DKI Jakarta untuk kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Setidaknya ada delapan provinsi yang memasok daging sapi ke Ibukota. Yakni, Lampung (Lampung Tengah), Jawa Barat (Subang), Jawa Tengah (Blora), Jawa Timur (Lumajang), DI Yogyakarta (Sleman), NTB (LombokTimur), NTT (Kupang) dan Bali.

 

Pasokan pun dirasakan cukup. Lampung siap menyumbang 1.038 ton daging sapi, DI Yogyakarta 18 ton, Bali 1151 ton, Jawa Tengah 104 ton, Jawa Timur 2.995 ton, NTB 48 ton dan NTT sekitar 69 ton. “Masing-masing daging sapi akan dipasok oleh champion dari daerah tersebut. Nama dan nomor kontaknya pun sudah ada dan diberikan pada Pemprov DKI Jakarta,” tutur Mulyadi. 

 

Mengenai kebutuhan riil daging sapi yang sudah tercatat Kementerian Pertanian ada sekitar 12.142 ton. Kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui tiga skema yaitu dari ketersediaan sapi bakalan lokal sebanyak 39.301 ekor (setara 5.424 ton), sapi bakalan eks impor sebanyak 54.249 ekor (setara 10.831 ton) dan daging sapi/kerbau impor sebanyak 15.032 ton.

 

Rekomendasi Impor

 

Selain memasok dari wilayah lainnya, DKI Jakarta pun diberikan keleluasaan dan rekomendasi impor daging sapi/kerbau beku. Setidaknya sudah ada 15 importir yang tahun ini mendapatkan rekomendasi ijin impor untuk bisa memenuhi stabilisasi pangan di DKI Jakarta. 

 

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengatakan rekomendasi impor tersebut mulai diberikan sejak Maret hingga Mei. “Kita rekomendasikan sesuai kuota secara nasional yaitu 22.221 ton dan itu terbagi menjadi daging sapi sebanyak 20.957 ton dan jeroan sebanyak 1264 ton,” papar Ketut.

 

Sedangkan untuk realisasi impor ini terbagi menjadi tiga bulan yaitu Maret (6.302 ton), April (7.792 ton), dan Mei (8.127 ton). Direncanakan daging tersebut akan diimpor dari Australia, Selandia Baru, Meksiko, Spanyol dan Brazil. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162