Loading...

Destinasi Baru ! Kebun Herbal di Kota Bogor

10:40 WIB | Saturday, 28-July-2018 | Tips & Santai | Penulis : Kontributor

Tampilan Depan Bogor Agro Science Techno Park dengan Kebun Herbal di dalamnya (Dok. Mukhlis)

Kalau disebut Kebun Raya Bogor, pastinya tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Tapi Bogor tak hanya itu saja, kini ada destinasi baru bernama Kebun Herbal. Lokasinya pun tak jauh dari pusat kota, hanya 3 km dari Kebun Raya Bogor. Tepatnya berada di Jalan Tentara Pelajar No 1 Cimanggu Bogor.

 

Kebun yang sudah berdiri sejak 14 Pebruari 1876 ini adalah kebun kedua tertua setelah Kebun Raya di kota Bogor. Asalnya bernama Culturtuin atau Economic Garden dan dibangun oleh Dr. R. H. C. C. Sechoffer. Di kalangan masyarakat saat itu, kebun ini dikenal dengan sebutan ’Bisbul’, karena memang di dalamnya terdapat tanaman bisbus yang didatangkan dari Filipina oleh bangsa Belanda.

 

Kebun koleksi tersebut telah menampung beberapa jenis tanaman tahunan, tanaman industri,  tanaman  semusim  dan  sebagainya. Yang telah dikelompokkan kedalam 15 kelompok yang didasarkan atas kegunaannya , yaitu karet dan getah percha, serat, penyamak dan pewarna, insektisida , racun, minyak atsiri, minyak dan gemuk,  bahan sedap-sedapan dan perangsang, rempah, tanaman yang digunakan untuk tujuan industri,  tanaman obat,  pupuk hijau,  tanaman pelindung, tanaman untuk pagar serta  tanaman yang dianjurkan untuk pematah angin.

 

Namun seiring perkembangan zaman dan ditetapkannya Jalan Tentara Pelajar Cimanggu Bogor sebagai Kampus Penelitian Pertanian, kebun tersebut menjadi kebun percobaan Cimanggu milik Balai Penelitiian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor.

 

Nama Kebun Herbal sendiri sebenarnya hanya sebuah sebutan karena didalamnya menyimpan tanaman rempah dan tanaman obat yang banyak dipakai untuk obat herbal. Para peneliti dari Balitro seringkali menggunakannya untuk bertanam aneka ragam rempah guna kebutuhan penelitiannya.

 

Sejak tahun 2015, fungsi  KP tersebut beralih menjadi Taman Sains Dan Teknologi Pertanian (TSP) atau Bogor Agro Science Techno Park. Sehingga masyarakat umum pun bisa menikmati keberadaannya sebagai destinasi wisata.

 

Mengusung tema ‘Sain dan Teknologi’, pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan dan teknologi seputar tanaman obat dan rempah sekaligus berlibur. Dalam kebun ini ada  sekitar 333 jenis dan 1729 aksesi (tanaman yang sudah tereksplor), dengan usia bervariasi sampai di atas 50 tahun plasma nutfah.

 

Diantara ratusan jenis tanaman itu ada tanaman gadung yang secara empiris berguna untuk mengobati kanker payudara, ada pula bisbul yang dapat menstabilkan tekanan darah. Alhasil, tanaman yang ada di Kebun Herbal mampu menyediakan bahan-bahan herbal untuk mengatasi penyakit berat sampai bahan untuk kosmetik.

 

Hingga saat ini, pengunjung yang datang ke destinasi ini sebagian besar masih berasal dari dunia pendidikan dan medis. Petugas kebun akan mengenalkan tanaman rempah, atsiri dan obat secara dini kepada anak-anak menjadikan anak lebih kreatif sekaligus menambah wawasan belajar dengan alam menjadi lebih mengerti manfaat dan khasiat tanaman obat bagi kesehatan tubuh. Siswa diajak berkeliling dan diperkenalkan tanaman-tanaman obat dan berdiskusi langsung dengan pemandu lapang dengan suasana yang asri dan nyaman.

 

Tak hanya belajar, pengunjung  bisa membeli berbagai bibit tanaman seperti tanaman obat, rempah dan hortikultura dengan harga yang terjangkau di dalamnya.

 

Menarik bukan? Yuk datang kesana dan dapatkan double manfaat. Ilmunya dapat, sehatnya dapat. (Tri Eko Wahyono,Balitro/Lis.)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162