Loading...

Di Musim Gadu 2017 Mutu Gabah Memuaskan

16:26 WIB | Wednesday, 04-October-2017 | Nasional | Penulis : Clara Agustin

Beras medium di Jakarta sempat mengalami kelangkaan. Ini terjadi bukan sebagai dampak pemberlakuan HET (Harga Eceran Tertinggi) beras melainkan karena kualitas gabah hasil panen petani di musim gadu kali ini memuaskan sehingga membuat penggilingan padi memilih mengolahnya lebih lanjut menjadi beras premium.

 

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan bahwa kecenderungan perusahaan penggilingan padi (RMU) untuk menghasilkan beras premium semata-mata karena gabah yang dibeli dari petani rata-rata berkualitas baik.

 

“Karena kualitas gabah yang dihasilkan petani bagus maka RMU lebih mudah mengolahnya menjadi beras premium,” kata Agung saat membuka acara Toko Tani Indonesia (TTI) Gelar Pangan Murah di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, Rabu (4/10).

 

Berdasarkan data dari PIBC, pasokan beras harian sampai hari selasa (3/10) mencapai 4.204 ton, sedangkan pengeluaran harian sebesar 3.338 ton. Jadi ada surplus pasokan 866 ton. “Pasokan beras di PIBC di atas normal, di mana batas normal pasokan sekitar 2.500 ton per hari. Sekarang ini stok normal pada akhir bulan 30 ribu ton. Ini menunjukkan bahwa stok beras di masyarakat terbilang cukup dan aman,” jelas Agung.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras di pasar modern sudah mengikuti ketentuan HET, sedangkan di pasar-pasar tradisional Jakarta, harga beras baik premium, medium, maupun kualitas termurah cukup stabil.

 

Tercatat pada Selasa 3 Oktober 2017 harga beras premium Rp 12.218 per kg, di bawah HET Beras Premium yang ditetapkan sebesar Rp 12.800 per kg, tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.

 

Perkembangan harga beras di PIBC sejak pemberlakuan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras 18 September 2017, menunjukkan kondisi stabil, bahkan beberapa jenis beras seperti Setra, Muncul III, IR-64 I dan IR-64 II mengalami penurunan berkisar Rp 25-75 ribu per kg. “Dengan adanya HET ini sekarang harga beras turun 50 persen. Jadi tidak ada yang namanya beras langka karena harganya tinggi,” tegas Agung. Cla/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162