Loading...

Dirjen Horti : Plastik Mulsa, Sarana Terbaik Bagi Pertanaman Hortikultura

13:32 WIB | Tuesday, 10-July-2018 | Sarana & Prasarana | Penulis : Kontributor

Plastik mulsa kini menjadi pilihan wajib bagi petani untuk bisa menghasilkan aneka sayuran dan buah-buahan berkualitas.

 

Mulsa ini baik digunakan di daerah tropis untuk pertanian pada tanaman cabai, bawang, tomat, mentimun, melon, strawberi dan kubis bunga.  "Plastik mulsa ini baik digunakan untuk aneka tanaman sayur dan buah. Ini adalah sarana prasarana yang baik," ungkap Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi beserta tim saat mengunjungi salah satu pabrik penghasil mulsa di Surabaya yang memproduksi Plastik Mulsa Hitam Perak LLDPE.

 

Dalam kunjungan singkat tersebut, rombongan dikenalkan proses pembuatan mulsa mulai dari bentukan bijih plastik beserta bijih pewarna hitam dan peraknya.

 

General Manager PT Mutiaracahaya Plastindo, Yenny Budianto menuturkan dalam 8 jam produksi dapat menghasilkan 4 ton mulsa. Produksi pembuatan dilakukan selama 24 jam non stop. Ini artinya produksi bisa mencapai 12 ton.

 

"Selama ini kami melayani permintaan di Jawa Barat , Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami juga menjadi mitra Kementerian Pertanian dalam pengadaan mulsa bagi petani di daerah-daerah," jelasnya.

 

Guna membuktikan kualitas mulsa yang produksinya, perusahaannya bahkan membuka demplot di beberapa daerah. Dirinya meyakini bahwa mulsa produksinya berkualitas dan tahan lama.

 

Manfaat Mulsa

 

Dibandingkan dengan budidaya konvensional, penggunaan mulsa bermanfaat untuk (1) menjaga kelembaban tanah, (2) mengurangi evapotranspirasi, (3) menekan perkembangan gulma,  (4) mengurangi kehilangan pupuk akibat penguapan, (5) menekan perkembangan OPT, (6) memperbanyak intensitas sinar matahari, (7) mengurangi aliran air permukaan.

 

Plastik mulsa ini dinamakan hitam perak dikarenakan terdiri dari dua warna tersebut. Lapisan berwarna perak berada di bagian atas dan warna hitam berada di bagian bawah.

 

Warna perak berada di bagian atas memberikan manfaat sebagai pemantul cahaya matahari. Dengan pemantulan balik ini maka proses fotosintesis menjadi lebih maksimal. Kondisi tanaman tidak terlalu lembab sehingga mengurangi penyakit dan mengusir serangga pengganggu seperti Thrips dan Aphids.

 

Sementara itu warna hitam yang diletakkan di bagian bawah mampu menyerap panas sehingga suhu pada perakaran menjadi lebih hangat. Dengan suhu yang hangat maka akar akan berkembang optimal. Pemakaian warna hitam diklaim mampu mencegah sinar matahari tembus ke dalam tanah sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma. (gsh)

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162