Loading...

e- Paper Tabloid Sinar Tani - Segarnya Bisnis Benih Sayuran

10:12 WIB | Friday, 13-April-2018 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e- Paper Tabloid Sinar Tani - Segarnya Bisnis Benih Sayuran

 

Di tengah upaya pemerintah menggenjot produksi pangan (padi, jagung dan kedelai), ternyata komoditas hortikultura, khususnya sayuran, tetap menjadi ladang usaha yang menggiurkan bagi pelaku usaha. Bisnis benihnya pun cukup cerah.

 

Jika melihat pemain-pemain dalam industri benih sayuran, ternyata bukan hanya peru­sahaan lokal yang terlibat, be­berapa perusahaan asing juga meraup untung dari penjualan benih sayuran. Kecenderung pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran ikut mengerek pertum­buhan permintaan benih sayuran.

“Bisnis benih sayuran sangat potensial dan prospektif, seiring berkembangnya kawasan sayur­an, kebutuhan benih semakin mening­kat. Ini peluang bagi usaha perbenihan,” kata Dirjen Horti­kultura, Kementerian Per­tanian, Suwandi kepada Tabloid Sinar Tani, beberapa waktu lalu.

Menurut Suwandi, salah satu faktor meningkatnya permintaan benih sayuran adalah kesadaran masyarakat mengonsumsi sayuran bermutu dan sehat. Saat ini tingkat konsumsi sayuran 40,4 kg/kapita/tahun. Jika dihitung rata-rata dengan penduduk Indonesia, di­perlu­kan sekitar 10,2 juta ton sayuran/tahun. 

Kalangan industri pun melihat prospek bisnis benih hortikultura cukup cerah. Apalagi saat ini industri dalam negeri masih sulit memenuhi permintaan dalam negeri. Managing Director PT. East West Seed Indonesia, Glenn Pardede memprediksi pertumbuhan mencapai 10-15% dengan agregat kebutuhan benih nasional sekitar 16.000 ton. 

“Dari jumlah tersebut hanya separuh (50%) yang dapat di­penuhi oleh lokal. Ini menjadi tantangan bagaimana produsen benih nasional bisa memenuhi permintaan,” katanya kepada Tabloid Sinar Tani.

Bisnis benih sayuran memang prospeknya bagus. Itu juga diakui Ketua Asosiasi Perbenihan Indo­nesia (Asbenindo), Ricky Gunawan. Menurutnya, diban­ding­kan zaman dulu, permintaan sayur­an saat ini cukup tinggi. Karena itu, perusahaan perbenihan jangan melihat tanaman pangan saja, tapi juga mulai melirik benih sayuran. 

“Benih sayuran ini peluangnya bukan hanya di dalam negeri, melainkan di luar negeri juga menjanjikan. Jadi kita (perusahaan perbenihan) mulai mengekspansi ke benih sayuran untuk pasar dalam dan luar negri,” tuturnya.

Harus Ada Inovasi

Ketua Dewan Hortikultura, Benny Kusbini mengakui, meski usaha benih sayuran prospektif, tapi perusahaan benih harus terus berinovasi menciptakan benih sayuran yang terbaik untuk di dalam negeri maupun pasar luar negeri. Benih hortikultura khususnya sayuran yang dihasilkan perusahaan lokal terbukti mampu bersaing dengan benih impor maupun perusahaan benih asing. 

Beberapa jenis benih sayuran yang permintaannya sangat besar menurut Benny, adalah cabai, kol, brokoli dan jagung manis. Namun beberapa sayuran lain yang juga diminati konsumen masih belum banyak tersedia benihnya. 

“Banyak sayuran yang unik di pasar, tapi benihnya masih belum ada di kita. Contohnya edamame dan kol merah, kita belum ada bibitnya. Atau misalnya wortel (carrot) yang dari kita berbeda dengan wortel yang ada di China dan Vietnam dari segi ukuran maupun warna,” paparnya.

Karena itu, Benny mendorong agar perusahaan benih di Indonesia terus berinovasi dan berkembang. “Teknologi dunia itu selalu bergerak, kita jangan terpaku dengan apa yang sudah kita hasilkan. Tetapi negara lain sudah berhasil melakukan yang lain, begitupula dengan perbenihan sayuran,” ungkapnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162