Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - Waspadai Gulma Tanaman Padi

05:51 WIB | Thursday, 17-May-2018 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar Tani - Waspadai Gulma Tanaman Padi

 

Gulma merupakan salah satu organisme pengganggu tumuhan (OPT) yang selalu mengganggu pertanaman padi. Selama ini, si pengganggu tanaman padi tersebut kurang mendapatkan perhatian dari petani.

 

Padahal kehadiran gulma di sekitar tanaman padi bisa menurunkan produksi padi sampai 10%. Sebab, keberadaan gulma pada pertanaman padi mengakibatkan terjadinya persaingan dalam penyerapan unsur hara, air, maupun persaingan dalam mendapatkan ruang dan cahaya matahari.

 

Didik Tricahyono, Nasional Sales & Marketing Manager PT. Sinar General Industries juga mengatakan, gangguan gulma di tanaman padi ini harus ditangani lebih serius dibandingkan gangguan OPT lainnya seperti hama maupun penyakit. Hal ini karena gulma bisa menurunkan produksi cukup besar akibat kompetisi dalam mendapatkan unsur hara, cahaya, air maupun ruang dan tingkat pertumbuhan tanaman padi.

“Biaya pengendalian dengan gulma yang dilakukan secara manual cukup besar, apalagi tenaga kerja sekarang lebih mahal dan susah didapat,” katanya kepada Tabloid Sinar Tani.

Menurutnya, kebanyakan gulma di Indonesia pada tanaman padi yang sangat mengganggu adalah jenis berdaun sempit seperti jawan atau jejagoan (Echinochloa crus galii), teki, Fimbristylis milliacea, rumput banto (Leersia hexandra sw) maupun gulma berdaun lebar seperti enceng padi, genjer, wewehan/enceng padi, kiambang/kayambang serta gulma lainnya.

Karena itu, ia menyarankan, pengendalian gulma sebaiknya saat gulma sebelum berkembang atau beberpa hari setelah padi tumbuh. Jika petani ingin menggunakan herbisida, maka sebaiknya setelah biji gulma berdaun sempit atau berdaun lebar pecah dan mulai tumbuh.

Menurutnya, pertumbuhan gulma pada padi gogo lebih cepat dan banyak pada lahan kering yang basah karena hujan. Untuk padi sawah dengan penggenangan akan membatasi pertumbuhan biji gulma. “Aplikasi herbisida untuk padi gogo yang tanam saat musim hujan dilakukan 1-2 hari sebelum atau sesudah tanam benih padi,” katanya.

 

Budidaya yang Baik

Direktur Perlindungan Tanam­an Pangan, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Yanuardi mengatakan, upaya pemerintah untuk mencegah gangguan gulma pada tanaman padi yakni menganjurkan petani agar berbudidaya dengan baik. Salah satu cara memperkenalkan cara budidaya yang baik, pemerintah membuat demplot pengolahan tanah yang sempurna dan baik. Dengan cara itu akan mengurangi populasi gulma pada pertanaman.

“Kami juga menganjurkan dan menghimbau petani menanam padi metode jajar legowo, karena selain meningkatkan produksi, metode ini akan memudahkan petani dalam mengendalikan gulma di pertanaman,” ungkap­nya.

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162