Loading...

Efektifkan Proses Tanam Jagung dengan Alsin Rota Tanam

11:03 WIB | Thursday, 07-June-2018 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Gesha

Alsin rota tanam, praktis dan efisien untuk pertanaman jagung

Ditengah upaya peningkatan produksi jagung dengan memanfaatkan lahan produktif, keberadaan alsintan yang praktis sangat diperlukan.  Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) sudah menciptakan Alsin Rota Tanam yang bisa efektifkan pertanaman jagung.

 

Pengembangan lahan sawah dan lahan kering yang ada terkendala oleh proses alih fungsi lahan pertanian yang terus berlangsung yang mencapai 110 ribu hektar per tahun terutama di Pulau Jawa dan menurunnya jumlah tenaga kerja tersedia menjadikan pencapaian target tersebut semakin sulit. Karena itu, penggunaan alsintan menjadi jalan keluar dari semua masalah tersebut.

 

Untuk mendukung program di atas maka Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, yang bertugas melakukan penelitian dan pengembangan mekanisasi pertanian, telah berhasil melakukan kegiatan kerekayasaan dengan membuat mesin pengolah tanah dan penanam jagung (Rota-Tanam).

 

“Mesin ini merupakan pengembangan mesin pengolah tanah rotary yang dikombinasikan dengan alat tanam biji-bijian terutama jagung, serta dilengkapi alat decomposer  yang dapat berfungsi juga untuk aplikasi pupuk cair,” ungkap perekayasa Alsin Rota Tanam dari BBP Mektan, Harsono.

 

Keunggulan mesin ini adalah dapat melakukan pekerjaan pengolahan tanah dan tanam secara bersamaan sehingga menghemat waktu tanam dan biaya operasi. “Mesin ini juga dapat digunakan untuk mengolah tanah baik di lahan basah maupun kering tetapi dengan syarat alat tanamnya dilepas. Untuk aplikator pupuk cair atau decomposer dapat digunakan secara bersamaan atau tidak digunakan sesuai kebutuhan,” tambah Harsono.

 

Bila dibandingkan panen, olah tanah, dan tanam menggunakan mesin dengan manual/konvensional sangatlah jauh berbeda baik biaya maupun produktivitasnya. Dengan alat ini periode tanam menjadi singkat sehingga IP bisa meningkat dan produksi ikut meningkat.

 

Kini, pemasaran mesin ini dilakukan kerjasama llisensi dengan 2 (dua) perusahaan alsintan yaitu CV. Adi Setia Utama Jaya dan  PT. Bhirawa Megah Wiratama.

 

Fungsi Praktis

 

Alsin ini memiliki fungsi gabungan sebagai pengolah tanah dengan rotavator, pemupukan (pupuk cair) dan penanam biji-bijian (grains seeder), sehingga mampu meningkatkan efisiensi waktu dan efektifitas proses produksi. Penggunaan ketiga alat yang terintegrasi dalam satu mesin ini sangat mudah dan setiap implement alat dapat dipergunakan secara terpisah, misalkan saja ketika hanya membutuhkan untuk dekomposisi maka dapat dihidupkan alat dekomposernya saja, begitupun dengan kedua alat yang lainnya, akan tetapi bila ketiga alat tersebut dapat dipergunakan secara bersamaan.

 

Dalam pelaksanaan dan penggunaannya mesin rota-tanam ini hanya membutuhkan tenaga kerja 2-3 orang saja, 1 orang sebagai operator, 2 orang sebagai asisten operasional penambahan bibit dan pupuk cair.

 

Mesin rota-tanam ini memiliki lebar kerja 1,5 meter, dengan bobot operasi mesin 2.150 kg, dengan mengandalkan penggerak mesin diesel 64 Hp/2.500 Rpm dan didukung sistem transportasi roda karet (rubber crawler), mesin ini dapat menyelesaikan pekerjaan olah tanah, tanam dan pemupukan untuk luasan 1 hektare dalam waktu 5-6 jam saja.

 

Untuk bertanam jagung, alsin ini bisa menanam tanaman jagung dengan jarak tanam 70-75 cm, dalam 3 baris. Sedangkan untuk tanaman kedelai dapat menanam dengan jarak tanam 40-45 cm,  dalam 4 baris. (gsh/bbpmektan)

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162