Loading...

Eksportir SBW ke Cina jadi 17 Perusahaan

16:47 WIB | Thursday, 03-May-2018 | Non Komoditi, Karantina | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Perusahaan eksportir Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia dengan tujuan Cina bertambah 9 perusahaan, sehingga total saat ini menjadi menjadi 17 perusahaan.

 

“Ke 9 perusahaan itu telah melalui proses penilaian atau audit oleh pemerintah Cina pada 2-8 Desember 2017,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Banun Harpini saat menerima lembar Certification and accreditation Administration of the People’s Republic of China (CNCA), Senin (30/4).

 

Untuk mendapatkan persetujuan CNCA, menurut Banun, diperlukan komitmen bersama agar persyaratan Cina dapat dipenuhi. Jajarannya di Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani sejak 2015 telah melakukan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan SBW Indonesia agar dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah Cina.

 

Persyaratan tersebut antara lain pemanasan produk pada suhu 70°C minimal selama 3,5 detik, kadar nitrit tidak lebih dari 30 ppm dan jaminan ketelusuran sampai ke rumah walet.

 

Saat ini Cina merupakan pasar strategis untuk SBW Indonesia, di mana dengan 8 perusahaan terdahulu, SBW Indonesia menguasai 70% market share SBW dibanding negara terdaftar lainnya yaitu Malaysia dan Thailand.

 

Namun dari perhitungan persentase, ekspor langsung ke Cina baru sekitar 5% dari ekspor SBW Indonesia ke seluruh dunia. Dengan penambahan 9 perusahaan baru, Kementerian Pertanian optimis, bahwa persentase ekspor langsung ke Cina akan semakin besar dan sedikit demi sedikit menggeser pemasukan SBW melalui negara ketiga sehingga dapat memberi nilai tambah bagi pelaku usaha SBW di Indonesia. Tia/Ira

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162