Loading...

Embung, Sumber Air Praktis dan Efisien

09:08 WIB | Monday, 19-June-2017 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Clara Agustin

Persoalan air kini menjadi perhatian serius pemerintah. Bahkan Presiden RI, Joko Widodo saat Pekan Nasional (Penas) XV Petani-Nelayan di Aceh sempat menyinggung perbaikan saluran irigasi dan waduk yang kini 52% rusak yang selama ini tidak pernah diperbaiki.

 

“Kalau itu diselesaikan dan air bisa mengalir ke sawah-sawah akan meningkatkan produk pertanian secara drastis. Demikian juga embung, tampungan air sangat penting sekali terutama di musim kemarau,” kata Jokowi.

 

Karena itu tahun ini pemerintah menargetkan bisa membangun 30 ribu embung, baik kecil, sedang, maupun yang agak besar. Untuk mempercepat pembangunan embung perlu kerjasama tiga kementerian (Kementan, KemenDesPDTT dan KemenPUPR).

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman juga menegaskan, target pemerintah untuk memajukan pertanian adalah dengan membangun embung atau tampungan air lainnya. Setelah ditelaah, pembuatan embung lebih efisien dan praktis dibandingkan pembuatan irigasi atau waduk.

 

Biaya pembuatan waduk Amran menganggap sangat besar, ditambah waktunya yang lama. Misalnya, Waduk Jatigede sudah dibicarakan selama 60 tahun yang lalu, diperkirakan menyedot Rp 150 juta/ha. “Padahal untuk membuat embung hanya memerlukan dana Rp 1 juta/ha dan dapat selesai selama 1-2 bulan,” katanya.

 

Hasil kajian Badan Litbang Pertanian, ada 4 juta ha lahan kering yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Sayangnya di lahan tersebut, ketersediaan air masih minim, sehingga diperlukan tindakan untuk membangun sumber air. Karena itu pembuatan embung, long-storage, dam parit, pompanisasi, pipanisasi, sumur dangkal, dan irigasi tersier menjadi solusi agar lahan 4 juta ha dapat dimaksimalkan untuk pertanian.

 

Rinciannya pengembangan sumber air untuk 4 juta ha yakni embung 1.018 unit untuk 24.339 ha, long storage 5.832 unit untuk 91.039 ha, dam parit 8.781 unit untuk 612.068 ha, pemanfaatan air sungai (pompanisasi, pipanisasi, dan irigasi tersier) 170.483 unit untuk 2.566.565 ha, dan sumur dangkal 75.328 unit untuk 759.147.

 

Kerjasama Kementerian Lain

 

Menurut Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Pending Dadih Permana, untuk membangun sumber air, terutama embung perlu kerjasama dengan beberapa pihak. Di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Kementerian Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162