Loading...

Gertam Cabai, Tanam 50 Juta Pohon di Pekarangan

13:37 WIB | Wednesday, 07-December-2016 | Pangan, Komoditi | Penulis : Ika Rahayu

Menteri Pertanian secara resmi telah mencanangkan Gerakan Nasional Penanaman 50 juta pohon cabai (Gertam cabai) di lahan pekarangan. Gerakan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kecukupan gizi di tingkat rumah tangga.

 

 Pencanangan Gertam Cabai oleh Menteri Pertanian RI dilaksanakan beberapa waktu lalu (22/11) di lapangan tembak Kostrad Cilodong Kota Depok Jawa Barat. Turut menyaksikan acara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Gardjita Budi, Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar, Walikota Depok , Aster KASAD, Kakostrad, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat dan Pimpinan IWAPI Pusat.

 

Dalam pengarahannya Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengemukakan bahwa pihaknya cukup terganggu dengan kondisi harga cabai yang tinggi di pasaran. Kaum ibu pun kerap meminta agar pemerintah bisa memasok cabai dengan harga murah di pasar mengingat cabai merupakan kebutuhan mereka sehari-hari.

 

Pencanangan Gerakan Tanam cabai di pekarangan, menurut Mentan, bisa menjadi solusi untuk mengatasi kondisi mahalnya harga cabai. Dengan melakukan penanaman sendiri berarti paling tidak kebutuhan di rumah tangga bisa dicukupi dan bukannya tidak mungkin dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

 

“Karena itu dengan kerendahan hati saya mohon ibu-ibu mau menanam minimal 20 batang pohon cabai di pekarangan masing-masing. Karena bila hal ini bisa terealisasi akan dapat menghemat belanja ibu-ibu,” tuturnya.

 

Sebagai gambaran ia menyebutkan, jika 67 juta keluarga di Indonesia menanam 20 batang saja di pekarangan dengan hasil 10 kg per batang dan dengan harga cabai per kg Rp 50 ribu maka secara total bisa diperoleh penghasilan puluhan triliun rupiah dari kegiatan itu.

 

Ibu-ibu yang jumlahnya mencapai 126 juta orang di seluruh Indonesia dengan luasan total pekarangan mencapai 10 juta hektar merupakan potensi yang luar biasa jika dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman cabai. “Kalau 20 persen saja dari luas pekarangan itu dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman cabai maka selesai sudah urusan pengadaan cabai kita,” tegas Amran.

 

Terapkan Model KRPL

 

Dengan menerapkan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di mana penanaman bisa dilakukan di lahan terbatas menggunakan polibag yang ditempatkan di rak-rak bersusun maka ia menilai Gertam Cabai sangat mungkin diterapkan meluas di rumah-rumah tangga seluruh Indonesia.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162