Loading...

Gonda, Gulma Bergizi dan Bernilai Ekonomis

12:22 WIB | Monday, 09-May-2016 | Komoditi, Hortikultura | Penulis : Kontributor

Tanaman gonda (Sphenoclea zeylanica Geartn.)  merupakan tanaman, yang dapat tumbuh baik di lahan yang tergenang air seperti di persawahan. Gonda dapat digolongkan menjadi tanaman gulma yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

 

Biasanya jika tidak dibudidayakan tanaman gulma ini akan tumbuh di sela-sela padi.  Tanaman ini mempunyai batang berair dan berongga serta berwarna hijau. Gonda yang baik batang tanamannya tidak terlalu cepat membentuk cabang. Daunnya kecil berbentuk lancip runcing dengan warna hijau. 

 

Jika sudah cukup umur, kurang lebih 1,5 bulan tanaman gonda akan berbunga berbentuk tombak dan mekar berwarna putih. Biji gonda terbentuk dari bunga dan setelah kering berwarna coklat kecil-kecil.  Dari segi ketinggian tanaman ada dua jenis tanaman gonda yaitu gonda kate dan gonda biasa. Gonda kate tumbuhnya agak pendek gemuk dan rasanya agak sedikit pahit dibandingkan dengan gonda biasa.

 

Hasil analisa  Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, IPB menunjukkan kandungan gonda segar yakni lemak 4,47%, protein 18,27%, karbohidrat 70% dan 6,69% abu berdasarkan berat kering. Gonda termasuk tanaman sayuran dengan kandungan protein yang cukup tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan bayam, kangkung dan kacang panjang.

 

Menurut Penyuluh Pertanian Muda BP4K Kab Tabanan,  I Wayan Artanaya, di Tabanan, Kecamatan Penebel, Tabanan dan Kerambitan merupakan sentra penghasil gonda, baik dilakukan secara tumpang sari maupun monokultur.  Gonda ditanam untuk menambah pendapatan petani di samping padi. 

 

“Tanaman gonda merupakan jenis sayuran yang cukup digemari di Bali sehingga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi,” katanya.  Seikat sayur gonda yang terdiri dari 15-20 batang dijual seharga Rp 1.500-2.000.  Bahkan saat tertentu, ketika sedang sulit ditemukan di pasar, harganya bisa mencapai Rp 3.000/ikat.

 

Jika ditanam dengan jarak 15 x 15 cm, maka tiap satu are terdapat 4.444 pohon. Dengan demikian dalam satu are akan menghasilkan 222 ikat. Jika harganya Rp 1.500, maka petani akan mendapatkan  Rp 330 ribu/bulan.  “Dibandingkan tanaman padi yang perlu waktu tiga bulan, dengan menanam gonda petani mendapat keuntungan tiga kali lipat dibanding dengan menanam padi,” katanya.

 

Masyarakat Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan biasanya menanam tanaman gonda menjelang musim tanaman padi. Masyarakat umumnya menjadikan gonda sebagai sayur pelecing atau hanya diberi bumbu garam, minyak sayur, cabai dan bawang putih.  Rasanya yang agak manis dan tidak terlalu pahit. Wayan Artanaya/Yul 

 

Bagaimana Budidayanya?

 

Masyarakat Timpag biasanya menanam gonda dengan sistem monokultur tidak lagi tumpangsari. Budidayanya, tanah yang cukup air diolah dengan cara dibajak atau dicangkul sampai berlumpur, kemudian dibersihkan dari kotoran sisa tanaman dan diratakan dengan gaharu.

 

Pembibitan dilakukan di pojok petak kecil, dengan menyebar biji gonda yang sudah kering. Biji akan tumbuh setelah tujuh hari disebar.  Biarkan tumbuh  sampai setinggi sekitar 7-10 cm baru lakukan pencabutan dan disebar di tempat penanaman (transplanting).

 

Penanaman dilakukan dengan tanam mundur (tandur), dengan jarak 15 x 15 cm.  Setelah tanam,  biasanya tanaman gonda mengalami stagnasi kurang lebih 5 hari setelah pulih baru dipupuk dengan urea dengan dosis 1 kg/are. 

 

Pemeliharaan dilakukan dengan mengamati hama yang ada.  Biasanya hama yang menyerang adalah hama ulat.  Jika hama sudah mengkhawatirkan baru disemprot dengan pestisida.  Saat tanaman berumur satu bulan sudah bisa dipanen dengan jalan memotong batang tanaman. 

 

Tanaman yang bisa dipanen mempunyai tunggi sekitar 30 cm atau sebelum muncul bunga.  Tanaman yang sudah dipotong kemudian diikat dengan tali (5 – 20 batang) dan siap untuk dipasarkan.

 

Pembuatan benih  untuk tanam berikutnya dilakukan dengan membiarkan beberapa tanaman gonda untuk tumbuh dan menghasilkan bunga.  Namun belakangan ini benih  gonda sudah ada dijual di kios-kios pertanian. Wayan Artanaya/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162