Loading...

Hakikat Kemerdekaan

14:55 WIB | Friday, 19-August-2016 | Agri Wacana, Siraman Rohani | Penulis : Kontributor

Oleh: Syamsu Hilal

 

Kita bersyukur kepada Allah Swt. yang telah memberikan kepada kita nikmat kemerdekaan. Dengan nikmat ini, kita dapat menjalankan ibadah kepada Allah Swt. relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan saudara-saudara kita di negara-negara yang masih dicengkram oleh kekuatan Barat yang Kuffar. Seperti di Palestina, Irak, dan Suriah. Meskipun kita tetap memandang bahwa semua takdir Allah itu ada hikmahnya tersendiri. Di Palestina, setiap Muslim memiliki peluang yang sangat besar untuk meraih kemuliaan, yaitu menjadi Syuhada.

 

Memang, tidak selalu kaum Muslimin di negara-negara merdeka dapat secara leluasa menjalankan syariat Islam. Tentu ini sangat tergantung pada pemimpinnya. Terlepas dari itu semua, kita wajib mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah Swt. atas nikmat kemerdekaan yang telah berusia 71 tahun ini. Bersyukur berarti selalu berupaya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. dengan mengoptimalkan semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Salah satu tanda kesyukuran atas nikmat kemerdekaan adalah mengelola negara tercinta ini untuk kepentingan pengabdian kepada Sang Pemberi Kemerdekaan, yaitu Allah Swt.

 

Sebuah pertanyaan yang sering terlontar di tengah-tengah masyarakat adalah betulkah kita ini sudah merdeka? Tentu saja pertanyaan ini dilontarkan untuk mendapatkan jawaban yang bermakna hakiki dan substantif, bukan bermakna lahiriah. Karena secara de jure dan de facto negara yang kita cintai ini sudah merdeka. Akan tetapi, siapa pun tahu bahwa secara ekonomi, politik, hukum, dan budaya, negara kita masih terjajah. Masih banyak produk hukum yang masih merupakan warisan penjajah. Budaya asli bangsa kita sedikit demi sedikit terpinggirkan oleh budaya asing. Misalkan budaya gotong-royong dan saling tolong menolong semakin tergerus oleh budaya materialis, individualis, dan hedonis

 

Oleh karena itu, tak ada salahnya pada kesempatan ini kita merenungi hakikat kemerdekaan, agar kita dapat membebaskan diri dari cengkeraman kekuatan kaum Kuffar. Hal utama dan yang terpenting bagi kaum Muslimin adalah membebaskan diri dari ber-wala` (memberikan loyalitas) kepada selain Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman.

 

Sesungguhnya penolong (wali) kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah) (QS Al-Maidah [5]: 55).

 

Allah yang menganugerahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, maka tak pantas bagi bangsa ini memberikan loyalitas, kesetiaan, keperpihakan, apalagi ketergantungan kepada bangsa lain yang menjadi penentang Allah Swt. Wallahu a’lam bishshawab.

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162