Loading...

Hanya 10 Propinsi Raport Tanam Padinya Hitam

16:07 WIB | Wednesday, 03-January-2018 | Pangan, Komoditi | Penulis : Julianto

Sumardjo Gatot Irianto

Januari menjadi periode kritis bagi produksi padi. Apalagi selama periode Oktober-Desember banyak propinsi yang luas tanamnya belum mencapai target. Dari 34 propinsi, hanya 10 propinsi yang raport pertanaman padinya hitam.

 

“Periode kritis kita adalah Januari. Jadi bagaimana caranya kita bisa panen sebanyak-banyak,” kata Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Sumardjo Gatot Irianto saat Rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upsus 2017 di Jakarta, Rabu (3/1). Rakor Gabungan juga dihadiri Aster Kasad, Mayjen TNI Supartodi.

 

Jika dilihat dari laporan kondisi tanam selama periode Oktober-Desember 2017, Gatot mengakui, masih belum banyak propinsi yang mencapai target. Karena itu, Gatot meminta, untuk memaksimalkan pertanaman pada Januari ini. “Kita masih ada utang, karena Oktober-Desember belum banyak yang tanam,” ujarnya.

 

Data Kementerian Pertanian, luas tanam periode Oktober-Desember 2017 baru mencapai 4.827.870 hektar (ha). Angka itu masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2016 yang mencapai 5.241.597 ha. Artinya ada minus 413.727 ha.Beberapa wilayah yang belum mencapai target, misalnya, Sumatara Utara baru mencapai 230.746 ha atau lebih rendah 17.578 ha dari tahun 2016 yang mencapai 248.324 ha.

 

Jawa Timur menjadi propinsi paling besar yang belum mencapai target yakni baru 818.226 ha dari tahun 2016 yang mencapai 929.620 ha. Begitu juga Jawa Barat baru mencapai 592.751 ha, masih ada selisih 53.070 ha. Begitu juga Jawa Tengah selisih 29.125 ha dari tahun 2016 seluas 783.272 ha. “Banyak yang raportnya masih merah. Tapi saya apresiasi yang raportnya sudah hitam seperti Aceh, Sumatera Barat, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Papua,” tutur Gatot.

 

Masih minusnya luas tanam tersebut menurut Gatot, karena selama September-Oktober beberapa wilayah tersebut masih musim kemarau (kering), sehingga terjadi pergeseran tanam. Seperti di Jawa Timur yang baru mencapai 818.226 ha atau minus 111.394 ha. “Tapi Jawa Timur siap membayar utang untuk pada Desember-Januari ini,” katanya.

 

Namun Gatot yakin, pada Feberuari mendatang akan ada panen raya, sehingga harus dipersiapkan untuk penyerapan gabah agar lebih  maksimal. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162